Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda, 728 Putra dan 476 Putri Siap Ditempatkan hingga ke Daerah 3T
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto memimpin pelantikan 1.204 lulusan IPDN Angkatan XXXIII di Jatinangor, dengan penghargaan diberikan kepada 10 siswa terbaik.
- Sebanyak 728 laki-laki dan 476 perempuan akan ditugaskan di instansi pusat dan daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar sesuai kebutuhan formasi ASN.
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menekankan pentingnya integritas, pelayanan publik, dan sinergi pusat-daerah untuk mendukung reformasi birokrasi menuju Indonesia Emas 2045.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik 1.204 pamong praja muda lulusan Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu. Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam regenerasi aparatur sipil negara (ASN) sekaligus penempatan sumber daya manusia di berbagai wilayah, termasuk daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, dari total lulusan yang dilantik, sebanyak 728 orang berjenis kelamin laki-laki dan 476 perempuan. Mereka akan ditugaskan di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada daerah 3T sesuai kebutuhan formasi ASN. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat birokrasi yang profesional dan merata hingga ke pelosok negeri.
Dalam rangkaian acara, Presiden Prabowo juga akan memberikan penghargaan kepada sepuluh lulusan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik selama menempuh pendidikan di IPDN. Penghargaan tertinggi, Kartika Astha Brata, diberikan kepada Aji Bayu Ramadhan, sementara sembilan siswa lainnya menerima Sapta Adhi Praja. Pemberian penghargaan ini diharapkan memotivasi para pamong praja muda untuk terus berdedikasi dalam pelayanan publik.
Prasetyo Hadi menambahkan, para lulusan dari lintas daerah ini diharapkan menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga harmoni sosial, serta memperkuat rasa kebangsaan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menempatkan penguatan sumber daya manusia, reformasi birokrasi, dan pembangunan aparatur negara yang profesional sebagai prioritas. Integritas dan orientasi pelayanan publik menjadi nilai utama yang harus diemban setiap pamong praja muda.
"Semoga para lulusan dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, berintegritas, dan berdedikasi tinggi bagi kemajuan bangsa dan negara," ujar Prasetyo Hadi di Jakarta, Rabu. Ia menekankan bahwa transformasi tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat membutuhkan peran aktif dari aparatur muda ini.
Pelantikan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi antara pusat dan daerah serta memastikan keberlanjutan regenerasi kepemimpinan aparatur pemerintahan. Dengan semangat Indonesia Maju dan visi Indonesia Emas 2045, para pamong praja muda diharapkan menjadi motor perubahan di lingkungan birokrasi, khususnya dalam menghadapi tantangan pelayanan publik di wilayah 3T yang kerap terbatas infrastruktur dan sumber daya. Pertanyaan yang tersisa adalah sejauh mana kesiapan mereka dalam mengemban tugas di daerah terpencil, dan bagaimana pemerintah mendukung mereka melalui kebijakan insentif dan pengembangan karier yang berkelanjutan.



