Tsitsipas Akhirnya Pecah Telur: Gelar ATP Pertama Setelah 16 Bulan Puasa
Baca dalam 60 detik
- Stefanos Tsitsipas mengakhiri paceklik gelar dengan menjuarai Swiss Open, mengalahkan Raphael Collignon dalam tiga set.
- Kemenangan ini membawa petenis Yunani itu naik 30 peringkat ke posisi 55 dunia, sekaligus menjadi gelar ke-13 sepanjang kariernya.
- Prestasi ini menegaskan kembali dominasi Tsitsipas di lapangan tanah liat, dengan koleksi enam gelar di permukaan tersebut.

Stefanos Tsitsipas akhirnya memutus rantai panjang tanpa gelar setelah menundukkan Raphael Collignon di final Swiss Open, Gstaad, Minggu (27/7/2025). Kemenangan 6-4, 6-7 (3-7), 6-3 ini menjadi gelar ATP pertama mantan petenis nomor tiga dunia itu dalam 16 bulan terakhir.
Bagi Tsitsipas, gelar ini terasa istimewa. Terakhir kali ia merasakan podium juara adalah pada Dubai Open Maret 2025, saat mengalahkan Felix Auger-Aliassime. โSudah lama sekali, jadi ini sangat berarti bagi saya,โ ujar petenis berusia 27 tahun itu usai pertandingan. Ia juga memuji kualitas pertandingan final yang menurutnya luar biasa.
Kemenangan ini membawa Tsitsipas naik signifikan dalam peringkat ATP. Pekan depan, ia akan melompat dari peringkat 85 ke posisi 55 dunia. Tambahan poin ini menjadi modal berharga menjelang musim keras Amerika Serikat yang akan bergulir dalam beberapa pekan ke depan.
Performa servis Tsitsipas menjadi kunci kemenangan. Ia hanya menghadapi empat break point dan berhasil menyelamatkan dua di antaranya. Dominasi di poin-poin kritis membuatnya mampu mengatasi perlawanan sengit Collignon yang sempat memaksakan tiebreak di set kedua. Petenis Belgia berusia 24 tahun itu tampil percaya diri di final perdananya, namun belum cukup untuk menghentikan agresivitas Tsitsipas.
Bagi pecinta tenis Indonesia, kebangkitan Tsitsipas menjadi tontonan menarik. Gaya bermainnya yang atraktif dan konsisten di lapangan tanah liat kerap menjadi favorit penggemar Tanah Air. Dengan kembalinya ke papan atas, persaingan di turnamen-turnamen mendatang diprediksi semakin sengit, terutama dengan kehadiran petenis-petenis muda seperti Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner.
Ke depan, tantangan Tsitsipas adalah mempertahankan konsistensi. Setelah puas di Gstaad, ia harus segera beradaptasi dengan permukaan lapangan keras yang mendominasi sisa musim. Mampukah ia kembali ke jajaran elit dunia? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



