Gempa M7,1 di Kumamoto Lumpuhkan Shinkansen, Dua Tewas
Baca dalam 60 detik
- Jalur kereta peluru Kyushu Shinkansen masih berhenti total sehari setelah gempa berkekuatan 7,1 mengguncang Kumamoto.
- Trem di pusat kota akan beroperasi kecepatan rendah, tetapi Badan Cuaca Jepang memperingatkan potensi gempa susulan.
- Sebuah mal Aeon meledak saat gempa; dua perempuan ditemukan tewas dan satu lainnya belum sadarkan diri.

Operasional Kereta Cepat Kyushu Shinkansen masih lumpuh total pada Rabu, sehari setelah gempa bumi berkekuatan M7,1 melanda Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, memicu gangguan transportasi dan korban jiwa.
Menurut operator JR Kyushu, belum ada kepastian kapan layanan kereta peluru yang menghubungkan Fukuoka hingga Kagoshima itu bisa kembali berjalan. Sementara itu, trem di Kota Kumamoto akan beroperasi kembali dengan kecepatan rendah mulai Rabu siang, namun Kepala Biro Transportasi Kota Kumamoto memperingatkan bahwa layanan dapat kembali dihentikan bila terjadi guncangan kuat susulan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengimbau warga tetap waspada terhadap gempa susulan dalam beberapa hari ke depan. Gempa utama tercatat mencapai intensitas maksimum 7 pada skala seismik Jepang, setara dengan gempa besar yang mampu merobohkan bangunan. Guncangan terasa hingga Prefektur Miyazaki dan Kagoshima di sekitarnya.
Selain transportasi darat, bandara Kumamoto juga melaporkan penundaan dan pembatalan sejumlah penerbangan. Otoritas setempat masih meninjau kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan. Gempa kali ini mengingatkan pada rentetan gempa Kumamoto 2016 yang menewaskan puluhan orang dan merusak ribuan bangunan.
Insiden paling dramatis terjadi di pusat perbelanjaan Aeon di Kota Kumamoto. Ledakan disertai runtuhnya lantai dua terjadi setelah gempa, menewaskan dua perempuan dan membuat satu korban lain dalam kondisi kritis. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti ledakan, namun diduga akibat kebocoran gas yang dipicu guncangan.
Konteks Indonesia: Sebagai negara yang juga berada di Cincin Api Pasifik, Indonesia memiliki pengalaman serupa dengan gempa besar yang melumpuhkan infrastruktur. Gempa dan tsunami Palu 2018 misalnya, menghancurkan jalur kereta dan bandara. Pengalaman Jepang dalam manajemen evakuasi dan sistem peringatan dini bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia, terutama dalam menjaga keselamatan di pusat perbelanjaan dan moda transportasi umum saat bencana. Selain itu, gangguan distribusi dari kawasan industri Jepang selatan dapat berdampak pada rantai pasok elektronik dan otomotif ke Indonesia dalam jangka pendek.
Korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah karena tim penyelamat masih menyisir reruntuhan mal. Pemerintah Jepang telah mengerahkan personel Bantuan Bencana untuk mempercepat evakuasi dan perbaikan infrastruktur vital. Pertanyaannya, seberapa cepat Shinkansen โ urat nadi transportasi Kyushu โ bisa pulih dan apakah masyarakat Indonesia yang tengah merencanakan liburan ke Jepang harus mulai mengantisipasi pembatalan perjalanan?



