Borussia Mönchengladbach Resmi Pinjam Bek Jepang Daiki Hashioka dari Slavia Prague
Baca dalam 60 detik
- Bek serba bisa asal Jepang, Daiki Hashioka, bergabung dengan Borussia Mönchengladbach dengan status pinjaman selama satu musim dari Slavia Prague, plus opsi pembelian permanen.
- Hashioka, yang sudah mengoleksi 12 caps bersama timnas Jepang, diharapkan memperkuat lini pertahanan Gladbach yang membutuhkan kedalaman skuad jelang musim baru Bundesliga.
- Kedatangan Hashioka menjadikannya pemain Jepang ketiga di Gladbach, menandai tren meningkatnya minat klub Bundesliga terhadap talenta Asia.

Borussia Mönchengladbach resmi mendatangkan bek timnas Jepang Daiki Hashioka dengan status pinjaman selama satu musim dari juara Liga Ceko, Slavia Prague. Kesepakatan yang diumumkan pada Kamis (15/8) itu juga menyertakan opsi pembelian permanen, memperkuat lini belakang Gladbach yang tengah bersiap menghadapi kompetisi Bundesliga 2025/2026.
Direktur Olahraga Gladbach, Rouven Schröder, menyambut positif kedatangan pemain berusia 27 tahun tersebut. Menurutnya, Hashioka memiliki kecepatan, kekuatan duel udara, serta agresivitas yang dibutuhkan di posisi bek kanan atau bek tengah sisi kanan. “Dia juga membawa banyak pengalaman, dan kami yakin dia akan segera menjadi aset berharga bagi tim,” ujar Schröder dalam pernyataan resmi klub.
Hashioka memulai karier profesionalnya di Urawa Red Diamonds, klub asal Jepang yang membesarkan namanya. Bersama Urawa, ia meraih gelar Emperor’s Cup pada 2018 sebelum kemudian merantau ke Eropa. Ia pernah membela Sint-Truiden di Belgia, Luton Town di Inggris, serta menjalani masa peminjaman di Gent pada paruh kedua musim lalu. Sejak bergabung dengan Slavia Prague pada musim panas 2025, Hashioka mencatatkan penampilan impresif hingga akhirnya dilirik Gladbach.
Bagi Gladbach, perekrutan Hashioka menjadi bagian dari strategi memperkuat skuad yang musim lalu tampil kurang konsisten. Dengan jadwal padat Bundesliga dan kemungkinan berlaga di kompetisi Eropa, kedalaman tim menjadi faktor krusial. Kehadiran Hashioka memberikan opsi taktis bagi pelatih Gerardo Seoane, terutama dalam skema pertahanan yang membutuhkan fleksibilitas.
Hashioka sendiri mengaku antusias bergabung dengan klub Bundesliga. “Saat agen saya memberi tahu bahwa Borussia tertarik, saya sangat senang. Saya langsung tahu ingin pindah ke sini, dan saya sangat menantikan tantangan bermain di Bundesliga,” ujarnya. Ia akan bersaing dengan pemain lain untuk tempat di starting eleven, termasuk kemungkinan debut saat Gladbach bertandang ke markas RB Leipzig pada laga perdana musim ini, 29 Agustus mendatang.
Kedatangan Hashioka juga menambah daftar pemain Jepang di Gladbach. Sebelumnya, klub sudah memiliki striker Shuto Machino dan gelandang muda Zento Uno yang baru direkrut pada bursa transfer musim panas ini. Fenomena ini menunjukkan tren meningkatnya minat klub-klub Bundesliga terhadap pemain Asia, khususnya Jepang, yang dikenal disiplin, teknis, dan mudah beradaptasi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Hashioka bisa menjadi inspirasi bagi pemain Tanah Air yang ingin berkarier di Eropa. Bundesliga selama ini menjadi salah satu liga yang cukup ramah terhadap pemain Asia, dengan banyaknya talenta Jepang dan Korea Selatan yang sukses. Keberhasilan Hashioka di Gladbach akan menjadi tolok ukur bagaimana pemain Asia bisa bersaing di level tertinggi sepak bola Jerman.
Dengan opsi pembelian yang tersedia, masa depan Hashioka di Gladbach bergantung pada performanya sepanjang musim. Jika mampu menunjukkan konsistensi dan beradaptasi cepat, bukan tidak mungkin ia akan dipermanenkan. Pertanyaannya, mampukah Hashioka mengulang jejak rekan senegaranya yang sukses di Bundesliga, seperti Shinji Kagawa atau Makoto Hasebe?



