Prabowo Kejar Tenggat 14 Agustus: 1.400 Desa Akan Resmi Nikmati Listrik
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik untuk 1.400 desa yang telah rampung pada 2025, sebelum 14 Agustus 2026.
- Indonesia masih memiliki sekitar 11.000 desa tanpa akses listrik, program ini menjadi langkah awal pemerataan energi.
- Anggaran untuk kelanjutan program pada 2026-2027 sudah dialokasikan, fokus kini pada implementasi di lapangan.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan peresmian program listrik untuk 1.400 desa pada pertengahan Agustus 2026, tepat sebelum peringatan Hari Kemerdekaan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa proyek yang merupakan bagian dari program tahun 2025 itu telah rampung seluruhnya dan siap dioperasikan.
Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Selasa (7/2), Bahlil melaporkan bahwa 1.400 lokasi yang tersebar di berbagai pelosok negeri sudah teraliri listrik dan tinggal menunggu seremoni dari kepala negara. "Alhamdulillah, program tahun 2025 sudah selesai dikerjakan. Presiden akan meresmikannya sebelum 14 Agustus," ujarnya usai rapat.
Program ini menjadi angin segar bagi jutaan warga yang selama ini bergelap. Namun, data Kementerian ESDM mencatat masih ada sekitar 11.000 desa yang belum terjangkau listrik. Angka itu menunjukkan bahwa perjuangan elektrifikasi nasional masih panjang. Pemerintah pun telah menyiapkan anggaran untuk melanjutkan program serupa pada 2026 dan 2027, sehingga tidak ada kendala pendanaan untuk tahap selanjutnya.
Bagi investor dan pelaku usaha, program ini membuka peluang baru di sektor energi dan infrastruktur. Listrik yang merata akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan produktivitas UMKM, serta memudahkan akses terhadap informasi dan teknologi. Pemerintah juga memastikan bahwa tidak ada masalah anggaran untuk kelanjutan proyek ini, sehingga kepastian bisnis lebih terjamin.
Bahlil menegaskan bahwa yang akan diresmikan adalah program 2025 yang sudah selesai, bukan program baru. Ia juga menekankan bahwa isu anggaran sudah tidak relevan karena dana untuk tahun-tahun mendatang telah siap. "Sekarang tinggal implementasi di lapangan," katanya. Tantangan ke depan adalah memastikan kualitas sambungan dan pemeliharaan jaringan di daerah terpencil, serta mengakselerasi elektrifikasi untuk puluhan ribu desa yang masih tersisa.
Pertanyaan besarnya: bagaimana pemerintah akan mengejar ketertinggalan 11.000 desa dalam waktu dekat? Apakah akan ada program inovatif seperti panel surya mandiri atau kemitraan dengan swasta? Dengan komitmen anggaran yang ada, publik menanti langkah nyata selanjutnya dari kabinet Prabowo untuk mewujudkan energi bagi semua.



