Pemerintah Bertekad Genjot Kualitas MBG di Bawah Kepemimpinan Baru BGN
Baca dalam 60 detik
- Badan Gizi Nasional resmi berganti pimpinan, dari Nanik S Deyang ke Sudaryono, sebagai bagian dari penyempurnaan program Makan Bergizi Gratis.
- Fokus utama pemerintah adalah memperkuat keamanan pangan, pengawasan rantai pasok, dan kecepatan respons terhadap keluhan penerima manfaat.
- Keberhasilan MBG tidak lagi diukur semata dari jumlah penerima, melainkan dari kualitas pelayanan dan rasa kepemilikan masyarakat.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah perombakan pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa program andalan ini akan terus disempurnakan, dengan prioritas pada penguatan standar keamanan pangan dan mekanisme pengawasan yang lebih transparan.
Pergantian dari Nanik S Deyang ke Sudaryono bukan sekadar rotasi biasa. Qodari menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memastikan MBG berjalan optimal. "Di bawah nakhoda yang baru, kita akan memusatkan perhatian pada penyempurnaan kualitas layanan. Standar keamanan makanan akan ditingkatkan, dan respons terhadap masukan masyarakat akan dipercepat," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/1).
Pemerintah menyadari bahwa ekspektasi publik terhadap MBG sangat tinggi. Oleh karena itu, tolok ukur keberhasilan program tidak lagi sekadar jumlah penerima, melainkan kualitas pelayanan dan rasa kepemilikan masyarakat. Qodari menekankan, "Keberhasilan MBG justru diukur dari kualitas layanan yang dirasakan langsung serta kuatnya rasa memiliki masyarakat."
Pengawasan akan dilakukan secara ketat di seluruh rantai pasok. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, distribusi, hingga makanan sampai ke tangan penerima manfaat. Pemerintah juga membuka saluran pengaduan agar masalah di lapangan segera tertangani. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi penyimpangan dan menjamin gizi yang diterima sesuai standar.
Qodari juga menggarisbawahi bahwa pergantian pimpinan BGN tidak mengubah arah kebijakan. Pemerintah tetap berkomitmen penuh terhadap MBG sebagai program prioritas. Evaluasi dan penyempurnaan akan dilakukan secara bertahap dengan mengakomodasi masukan dari berbagai pihak. "Kami optimistis upaya perbaikan berkelanjutan akan membuat MBG berjalan semakin efektif dan menjadi investasi penting menuju Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Dalam jangka panjang, pemerintah berharap MBG tidak hanya menjadi program bantuan pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan gizi nasional. Dengan sistem pengawasan yang lebih baik, diharapkan angka malnutrisi pada anak sekolah dapat ditekan. Program ini juga diproyeksikan menjadi salah satu pilar dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih membentang. Mulai dari disparitas kualitas bahan baku antar daerah hingga kesiapan infrastruktur distribusi di wilayah terpencil. Pemerintah mengaku terus belajar dari pengalaman dan membuka diri terhadap kritik demi perbaikan yang lebih baik.
Qodari menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal MBG. "Mari kita kawal bersama program ini agar benar-benar membawa manfaat bagi generasi penerus bangsa," pungkasnya.



