Premier Rugby 2026-27: Northampton Buka Musim, Degradasi Dihapus
Baca dalam 60 detik
- Northampton Saints akan menjamu Newcastle Red Bulls di laga pembuka Premier Rugby musim 2026-27 pada 25 September 2026.
- Mulai musim ini, sistem degradasi resmi dihapus dan liga beralih ke model waralaba, memberikan stabilitas bagi klub.
- Sejumlah pertandingan digelar di stadion besar seperti Allianz Stadium dan Villa Park untuk menarik penggemar global.

Juara bertahan Northampton Saints akan memulai musim baru Premier Rugby 2026-27 dengan laga kandang melawan Newcastle Red Bulls pada Jumat, 25 September 2026. Pertandingan ini menjadi pembuka dari musim yang penuh perubahan struktural, termasuk penghapusan resmi sistem degradasi yang telah lama menjadi ciri khas liga.
Northampton merebut gelar juara untuk ketiga kalinya pada Juni lalu setelah mengalahkan Exeter Chiefs di final. Mereka menjadi juara pada 2014, 2024, dan kini 2026—menunjukkan dominasi yang konsisten. Sementara itu, Exeter juga akan memulai musim dengan laga kandang melawan Gloucester pada hari Sabtu. Laga-laga lain di pekan pertama: Harlequins menjamu Bath, Sale menjamu Bristol, dan Leicester menjamu Saracens pada hari Minggu.
Keputusan menghapus degradasi telah diformalkan setelah melalui voting pada Februari lalu. Meskipun secara praktis tidak ada klub yang terdegradasi sejak Saracens pada 2020, langkah ini memberikan kepastian bagi klub untuk berinvestasi jangka panjang. Simon Massie-Taylor, CEO Premier Rugby, menyebut perubahan ini sebagai "perjanjian penting" yang akan membawa liga ke jenjang berikutnya. "Momentum besar mengiringi Premier Rugby musim ini, dengan final yang terjual habis tiga kali berturut-turut, investasi internasional yang signifikan, serta rekor jumlah penonton siaran dan minat dari penggemar muda," ujarnya.
Bagi penggemar di Indonesia, meskipun rugby belum sepopuler sepak bola, akses untuk menonton Premier Rugby semakin mudah melalui platform streaming olahraga global. Pertandingan-pertandingan besar seperti laga pembuka dan duel di stadion ikonik—misalnya Harlequins vs Northampton di Allianz Stadium pada 28 Desember—bisa menjadi tontonan menarik yang memperkenalkan dinamika rugby Inggris. Waktu siaran yang umumnya pada malam atau dini hari WIB tidak mengurangi antusiasme komunitas rugby tanah air yang terus bertumbuh.
Selain perubahan regulasi, musim ini juga menampilkan sejumlah pertandingan di stadion besar di luar markas tradisional. Harlequins akan menggelar dua "Big Game" di Allianz Stadium, termasuk satu laga pada Senin malam 28 Desember—yang pertama dalam sejarah Premier Rugby. Gloucester berencana kembali ke Villa Park di Birmingham untuk menghadapi Leicester pada pekan ke-12, sementara Bristol akan menjamu Gloucester di Principality Stadium Cardiff pada pekan ke-13. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperluas basis penggemar dan meningkatkan pengalaman pertandingan.
Dengan dihapusnya degradasi, fokus kini beralih ke ekspansi liga. Massie-Taylor menegaskan bahwa rencana menambah jumlah klub pada musim 2029/30 sudah berjalan. Pertanyaannya: akankah langkah ini meningkatkan kualitas kompetisi atau justru mengurangi ketegangan yang selama ini menjadi daya tarik utama Premier Rugby? Hanya musim-musim mendatang yang akan menjawab.



