Bentrok di Eden Park: Pelatih All Blacks Akui Kekuatan Irlandia, Waspadai Rekor 52 Laga Tak Terkalahkan
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Selandia Baru Dave Rennie menyatakan timnya sangat mewaspadai kualitas Irlandia jelang laga Nations Championship di Auckland.
- Irlandia belum pernah menang di Eden Park dan berusaha memutus rekor 52 laga tak terkalahkan All Blacks di kandang.
- Rennie menekankan pentingnya menekan scrum-half Jamison Gibson-Park yang menjadi motor serangan Irlandia.

Pelatih kepala Selandia Baru, Dave Rennie, mengakui bahwa timnya sangat menghormati kemampuan Irlandia menjelang pertandingan Nations Championship yang akan berlangsung di Eden Park, Auckland, Sabtu (08:10 BST). Dalam pernyataannya kepada media, Rennie menegaskan bahwa Irlandia datang dengan keyakinan penuh mampu mengalahkan tuan rumah, meskipun rekor pertemuan di stadion tersebut sangat berat sebelah.
Irlandia, yang dilatih Andy Farrell, belum pernah sekalipun meraih kemenangan di Eden Park. Mereka kini berambisi memutus rekor luar biasa Selandia Baru yang tidak terkalahkan dalam 52 pertandingan di venue tersebut. Catatan itu membentang sejak 1994, saat Prancis menjadi tim terakhir yang mampu menaklukkan All Blacks di kandang mereka. Sementara itu, kedua tim sama-sama belum terkalahkan di Nations Championship edisi perdana ini. Irlandia mengoleksi dua kemenangan bonus point, sedangkan Selandia Baru menaklukkan Italia dan Prancis.
"Ada rasa hormat yang besar terhadap Irlandia. Kami sadar betul kemampuan mereka, dan mereka akan datang dengan keyakinan tulus bahwa mereka bisa mengalahkan kami," ujar Rennie. Ia memuji kualitas permainan Irlandia, terutama kemampuan para pemain depan dalam melakukan operan pendek, serta disiplin pertahanan yang mampu menutup ruang. "Mereka tim yang bagus, dan Anda harus sabar untuk bisa memecah pertahanan mereka," tambahnya.
Meski bermain di kandang sendiri, Rennie menolak bersantai. Ia mengingatkan bahwa Irlandia adalah tim yang sama yang memenangkan seri pertandingan di Selandia Baru pada tur terakhir mereka. "Apa yang terjadi di masa lalu tidak banyak berarti. Yang penting adalah persiapan dan pola pikir yang tepat," tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya menekan scrum-half kelahiran Selandia Baru, Jamison Gibson-Park, yang menjadi andalan Leinster dan Irlandia. Gibson-Park mencetak try dalam kemenangan tipis 33-31 atas Australia, meski tidak dimainkan saat melawan Jepang. "Leinster punya pengaruh besar terhadap rugby Irlandia. Kombinasi mereka sangat kuat, dan Jamison adalah bagian besar dari kesuksesan itu. Kami harus mempersulit hidupnya agar ia tidak bisa bermain di atas angin," kata Rennie.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, pertandingan ini menawarkan tontonan kelas dunia antara dua raksasa belahan bumi selatan. Meski jarang mendapat sorotan media arus utama, rugby union mulai memiliki basis penggemar setia di Tanah Air, terutama melalui siaran langsung turnamen internasional. Laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Irlandia yang ingin menegaskan status sebagai kekuatan baru, sekaligus ujian bagi Selandia Baru untuk mempertahankan reputasi kandang yang nyaris tak tersentuh. Akankah rekor 52 laga tak terkalahkan di Eden Park bertahan, atau justru Irlandia yang menulis sejarah baru?



