Pergantian Kepala BGN Tak Ubah Haluan, Pemerintah Tegaskan MBG Tetap Prioritas Nasional
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah melalui Badan Komunikasi menegaskan Program MBG tidak bergeser prioritas meski terjadi peralihan kepemimpinan di Badan Gizi Nasional.
- Kepala BGN sebelumnya, Nanik S Deyang, mengundurkan diri karena alasan kesehatan, digantikan oleh Sudaryono mantan Wakil Menteri Pertanian.
- Fokus baru kepemimpinan Sudaryono adalah peningkatan kualitas layanan, penguatan keamanan pangan, dan percepatan respons terhadap laporan masyarakat.

Pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dari Nanik S Deyang ke Sudaryono tidak mengubah komitmen pemerintah terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, memastikan program andalan Presiden Prabowo Subianto itu tetap menjadi prioritas nasional yang terus diperkuat, bukan sekadar janji sesaat.
Qodari menegaskan bahwa rotasi di level BGN justru dimaksudkan untuk menyempurnakan tata kelola program yang menyasar jutaan anak sekolah ini. "Pergantian ini adalah bagian dari upaya bersama untuk terus menyempurnakan program MBG agar BGN tampil semakin lincah, dapat diandalkan, dan selalu cepat tanggap terhadap apa yang terjadi di tengah masyarakat," ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.
Menurut Qodari, Presiden Prabowo telah memberi mandat kepada Sudaryono untuk melanjutkan penguatan pelaksanaan MBG, termasuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mempercepat penyelesaian masalah di lapangan. Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap evaluasi yang masih terus berlangsung, terutama terkait distribusi dan kualitas gizi di daerah terpencil.
Pemerintah menghormati keputusan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Qodari menyampaikan apresiasi atas kontribusinya dalam membenahi tata kelola program MBG, termasuk evaluasi terhadap hampir 28.000 SPPG dan klasifikasi 3.000 dapur berdasarkan standar keamanan pangan. Pencapaian itu dinilai sebagai fondasi penting bagi kepemimpinan baru untuk melanjutkan akselerasi program.
Ke depan, fokus Sudaryono akan diarahkan pada peningkatan kualitas layanan, penguatan standar keamanan pangan, serta percepatan tindak lanjut atas setiap laporan masyarakat. Pemerintah optimistis penyempurnaan bertahap akan membuat MBG semakin tepat sasaran, efektif, dan berdampak langsung pada peningkatan gizi generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Pertanyaan yang tersisa: sejauh mana target cakupan MBG dapat diperluas tanpa mengorbankan kualitas di wilayah 3T yang selama ini menjadi tantangan terbesar?



