Princess Andre Buka Suara: Kisah Asmara Ibu Terlalu ‘Ekstrem’ untuk Diikuti
Baca dalam 60 detik
- Putri Katie Price, Princess Andre, mengaku tak sanggup mengikuti drama percintaan sang ibu yang berubah cepat dan penuh kontroversi.
- Pernikahan kilat Katie dengan Lee Andrews di Dubai dan rencana dokumenter tentang suaminya yang sempat ditahan kian memanaskan sorotan publik.
- Di tengah hiruk-pikuk itu, Katie justru memperingatkan anak-anaknya tentang bahaya kekayaan yang bisa menjadi magnet bagi orang-orang yang memanfaatkan.

Princess Andre, putri sulung Katie Price yang kini berusia 19 tahun, secara terang-terangan mengaku kesulitan mengikuti lika-liku kehidupan asmara sang ibu yang menurutnya terlalu ‘ekstrem’. Dalam episode terbaru acara realitas miliknya, The Princess Diaries, Princess mengungkapkan bahwa ia nyaris tidak tahu-menahu soal hubungan sang ibu dengan suami keempatnya, Lee Andrews, yang dinikahi secara mendadak pada Januari lalu.
“Mama sekarang di Dubai untuk menemui suaminya, tapi sejujurnya saya tidak banyak tahu,” ucap Princess dalam tayangan itu. Ia bahkan mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Lee, yang kabarnya sempat ditahan di Dubai karena masalah utang. Menurut Princess, cerita asmara Katie memang selalu jadi perbincangan hangat, tetapi ia memilih untuk tidak terlalu mengikutinya. “Yang penting Mama bahagia, kami pun ikut bahagia,” tambahnya.
Katie Price, model dan selebritas Inggris yang kerap menjadi pusat kontroversi, memang dikenal memiliki kehidupan pribadi yang penuh drama. Ia menikah dengan Lee Andrews hanya beberapa pekan setelah keduanya bertemu langsung. Pernikahan tersebut sempat diwarnai isu penahanan Lee akibat utang, namun hingga kini pasangan itu tetap bersama. Dalam wawancara dengan podcast Reign, Katie mengonfirmasi bahwa sebuah dokumenter tentang Lee akan segera dirilis, dan ia mengaku sudah mendapat persetujuan dari sang suami untuk menceritakan kisahnya.
Di tengah kekacauan hidup ibunya, Princess justru mendapat wejangan berharga. Dalam The Princess Diaries, Katie menyempatkan diri untuk memberi nasihat kepada Princess dan kakaknya, Junior, yang kini berusia 21 tahun. “Uang memang penting, tapi tidak bisa membeli kebahagiaan. Orang-orang di sekitarmulah yang membuatmu bahagia,” kata Katie. Ia memperingatkan bahwa kekayaan kerap menarik orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan. “Kalian sudah tumbuh besar melihat sendiri bagaimana banyak ‘penumpang gelap’ menggunakan dan menyalahgunakan saya. Semoga kalian belajar untuk menjaga lingkaran pertemanan tetap kecil,” tambahnya.
Musim ketiga The Princess Diaries menjadi momen spesial karena untuk pertama kalinya kedua orang tua Princess tampil bersama. Di musim pertama, Katie dilarang tampil, namun ia sempat muncul sebagai cameo di musim kedua. Kini, Peter Andre—mantan suami Katie yang juga penyanyi—akan hadir secara reguler. Menanggapi situasi ini, Princess bergurau dalam sebuah montase, “Apa yang bisa salah?”
Di Indonesia, kisah keluarga selebritas yang penuh drama seperti ini bukan sesuatu yang asing. Publik tanah air kerap terpaku pada kehidupan pribadi para figur publik, mulai dari pernikahan dadakan hingga konflik rumah tangga yang diekspos di media. Kisah Katie Price mengingatkan pada pola serupa yang terjadi pada beberapa selebritas Indonesia, di mana kehidupan pribadi menjadi komoditas hiburan. Namun, di balik gemerlap pemberitaan, Princess Andre menunjukkan bahwa sebagai anak, ia lebih memilih menjaga jarak dan hanya ingin melihat ibunya bahagia—sebuah sikap yang mungkin patut dijadikan renungan bagi mereka yang terlalu larut dalam urusan orang lain.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Katie Price mampu mempertahankan pernikahannya yang penuh guncangan, atau justru dokumenter yang akan datang menjadi babak baru dalam drama rumah tangganya? Yang jelas, publik akan terus mengawasi, termasuk Princess, meski ia mengaku tak terlalu mengikutinya.



