Pengejaran Target Infrastruktur Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Lampung Siap Sandar Sebelum HUT TNI
Baca dalam 60 detik
- Dankodaeral III memastikan pembangunan pelabuhan kapal induk Giuseppe Garibaldi di Teluk Ratai rampung sebelum HUT TNI 5 Oktober.
- Progres fisik pelabuhan dilaporkan telah mencapai 76 persen, namun rincian fasilitas yang dibangun belum diungkapkan.
- Kapal induk buatan Italia itu dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026, menandai langkah modernisasi alutsista TNI AL.

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur penyandar kapal induk Giuseppe Garibaldi di Lampung akan selesai tepat sebelum perayaan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia pada 5 Oktober mendatang. Kepastian ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik terkait kesiapan fasilitas penyambutan kapal perang bekas Angkatan Laut Italia tersebut.
Uki menyatakan target penyelesaian proyek di Pangkalan TNI AL Lampung itu mutlak diperlukan karena kapal induk direncanakan menjadi salah satu daya tarik utama dalam puncak perayaan HUT TNI. "Kami berharap saat Garibaldi tiba, dermaga sudah siap untuk sandar dan nanti akan disiapkan untuk 5 Oktober," ujar Uki di Jakarta Selatan, Selasa. Meski demikian, ia menolak memerinci progres dan jenis fasilitas yang tengah dikerjakan.
Kementerian Pertahanan sebelumnya mengklaim pembangunan pelabuhan di Teluk Ratai telah mencapai 76 persen. Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kemhan, Marsda TNI Hendrikus Haris Haryanto, mengungkapkan hal itu dalam rapat bersama Komisi I DPR RI pada 20 Juli lalu. Menurut Hendrikus, pelabuhan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut kedatangan kapal induk buatan Italia yang dijadwalkan tiba pada 20 September 2026.
Kehadiran Giuseppe Garibaldi—kapal induk ringan berbobot 13.850 ton yang sebelumnya dinas di Marina Militare—menandai babak baru modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI Angkatan Laut. Pengamat militer dari Universitas Indonesia menilai akuisisi kapal ini akan memperkuat kemampuan proyeksi kekuatan laut Indonesia di kawasan, khususnya dalam misi patroli jarak jauh dan operasi kemanusiaan. Namun, tantangan integrasi sistem dan kesiapan awak kapal masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dirampungkan.
Bagi Indonesia, pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berdampak pada sektor pertahanan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal di Lampung, terutama sektor konstruksi dan logistik. Kendati demikian, transparansi anggaran dan detail teknis proyek masih minim, sehingga publik perlu mencermati realisasi di lapangan. Direktur Eksekutif Indonesia Defense Watch, Safir Makki, mengingatkan bahwa pengalaman sebelumnya seringkali penundaan proyek strategis terjadi akibat masalah pendanaan dan koordinasi antarlebaga.
Dengan tenggat 5 Oktober yang semakin mendekat, seluruh mata kini tertuju pada kesiapan TNI AL dalam mengintegrasikan kapal induk buatan Italia itu ke dalam armada perang. Pertanyaan besarnya: apakah proyek ini benar-benar akan selesai tanpa kendala berarti, atau akankah ada kejutan di menit-menit akhir?



