Tak Lagi Sekadar Obat Alternatif: Pengobatan Tradisional China Menembus Pasar Global
Baca dalam 60 detik
- Produk herbal China Shufeng Jiedu granules terjual 200.000 botol di Jerman selama enam tahun, menandakan penerimaan pasar Eropa.
- China mendorong standardisasi internasional dan pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas dan reputasi pengobatan tradisional.
- TCM mulai dipasarkan sebagai gaya hidup, seperti Four Seasons Tea di Jerman dan wisata kesehatan di Hainan, menargetkan konsumen modern.

Lebih dari 190.000 botol Shufeng Jiedu granules, obat herbal China untuk gangguan pernapasan, terjual di jaringan apotek Bahnhof-Apotheke di Jerman dalam enam tahun terakhir. Dengan harga โฌ39,90 per botol, produk dari Anhui Jiren Pharmaceutical ini menjadi simbol transformasi pengobatan tradisional China (TCM) dari sekadar alternatif eksotis menjadi pemain serius di pasar global.
Perjalanan TCM menembus batas negeri tak lagi berhenti di etalase apotek. Sejak tahun lalu, minuman "Four Seasons Tea" racikan perusahaan yang sama tersedia di kedai teh di Hamburg, Jerman, dikemas sebagai suplemen kesehatan musiman. "Dari pengobatan ke gaya hidup, kami ingin mengintegrasikan budaya kesehatan TCM ke kehidupan sehari-hari orang Eropa," ujar Zhu Qiang, wakil direktur utama Anhui Jiren Pharmaceutical.
Namun, untuk diakui secara global, TCM harus mengatasi tantangan mendasar: membuat hal yang "tidak bisa dijelaskan" menjadi terukur dan terbukti secara ilmiah. Sifat empiris TCM dan kompleksitas ramuan herbal kerap membingungkan regulator dan ilmuwan internasional. Misalnya, satu herbal yang sama bisa memperlancar atau menghentikan aliran darah tergantung kombinasinya. Respons China adalah dorongan sistematis menuju standardisasi.
China telah membentuk komite teknis di bawah International Organization for Standardization (ISO) yang telah menerbitkan lebih dari 100 standar internasional untuk TCM. Universitas Tianjin juga menciptakan standar pendidikan sarjana TCM internasional pertama di dunia. Di sisi korporasi, Tianjin Pharmaceutical Da Ren Tang Group mendapatkan sertifikasi yang diakui Australia dan Jepang. Sejak 1997, produk darurat jantung Suxiao Jiuxin Pills bahkan tercatat sebagai obat resep di Rusia.
Di pabrik-pabrik cerdas, teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) mulai memecahkan kearifan herbal. Pabrik Tianjin Pharmaceutical Da Ren Tang menggunakan kode QR untuk melacak obat dari perkebunan hingga konsumen, mengatasi masalah variasi antar-batch. Investasi lebih dari 300 juta yuan (sekitar Rp660 miliar) dialokasikan untuk bengkel pintar generasi baru yang dilengkapi spektroskopi inframerah dan sistem inspeksi visual. Pada 2024, Tasly Pharma bersama Huawei Cloud meluncurkan model bahasa besar TCM yang dilatih dengan teks klasik dan data klinis untuk optimalisasi formula dan penemuan aplikasi klinis baru. "AI mampu mensintesis pengetahuan empiris yang luas dari teks kuno TCM, mendukung standardisasi praktik," kata Guo Yi, wakil presiden Universitas Tianjin of TCM.
Di Indonesia, TCM sudah lama dikenal melalui akupunktur dan jamu, namun regulasi dan standardisasi masih menjadi pekerjaan rumah. Pelajaran dari China tentang bagaimana membangun kepercayaan melalui ISO dan transparansi digital bisa menjadi acuan bagi industri herbal dalam negeri. Pemerintah Indonesia sendiri tengah mendorong penguatan riset dan sertifikasi produk tradisional agar mampu bersaing di pasar global.
Ujian akhir dari integrasi global TCM bukan hanya di klinik, tapi juga adopsi dalam kehidupan sehari-hari. Di China, anak muda mulai gemar mengonsumsi minuman dan makanan terinspirasi TCM. Di luar negeri, produk seperti Four Seasons Tea menjadi ritual kesehatan musiman. Museum TCM Beijing Tong Ren Tang dan kerja sama dengan Confucius Institutes juga memperkuat "soft power" pengobatan tradisional ini. Bahkan, sektor pariwisata kesehatan ikut menikmati momentum: Rumah Sakit TCM Sanya di Hainan merancang paket akupunktur, pijat, mandi herbal, dan manajemen berat badan untuk klien asing. Seorang insinyur Rusia, Konstantin, membawa orang tuanya berobat ke sana dan mengaku teknik akupunktur dipadu iklim hangat Sanya sangat meredakan nyeri leher dan pinggang.
"Dengan sejarah ribuan tahun, TCM mengandung kearifan dan wawasan unik," kata Zhang Boli, akademisi dari Akademi Teknik China. "Seiring TCM terus berinovasi dan terlibat aktif dengan komunitas global, nilainya akan diakui lebih banyak orang di seluruh dunia, menyumbangkan kearifan China bagi kemajuan kesehatan manusia." Pertanyaannya, mampukah TCM menggeser dominasi pengobatan konvensional di era modern, atau hanya akan menjadi pelengkap gaya hidup semata?



