BMKG Waspadakan Hujan Lebat di Sulsel, Sebagian Besar RI Berawan Tebal
Baca dalam 60 detik
- BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan tertutup awan tebal pada Selasa ini, dengan beberapa daerah berpotensi hujan ringan hingga sedang.
- Peringatan khusus dikeluarkan untuk Sulawesi Selatan yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, mengganggu aktivitas warga dan transportasi.
- Kondisi cuaca ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama di daerah rawan banjir dan longsor, serta memantau informasi cuaca terkini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Sulawesi Selatan pada Selasa ini, sementara awan tebal menyelimuti sebagian besar wilayah Indonesia dari Sumatra hingga Papua, memicu kekhawatiran akan gangguan aktivitas sehari-hari dan risiko bencana hidrometeorologi.
Prakirawan BMKG Nazmi, dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi, menjelaskan bahwa pola cuaca hari ini didominasi oleh tutupan awan tebal yang merata di hampir seluruh pulau besar. Kondisi ini berarti berkurangnya durasi sinar matahari secara signifikan, terutama di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Serang yang diprediksi berawan tebal. Sementara itu, sejumlah wilayah di Sumatra bagian utara dan Kalimantan justru berpotensi diguyur hujan ringan, kecuali Banjarmasin yang perlu waspada terhadap hujan disertai petir.
Peringatan khusus disampaikan untuk Sulawesi Selatan, di mana BMKG mengingatkan potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan longsor di daerah rawan. Nazmi menyebutkan bahwa Kota Mamuju (Sulawesi Barat) juga diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Di sisi lain, wilayah Sulawesi lainnya seperti Manado, Gorontalo, dan Makassar diprediksi cerah berawan, sementara Palu dan Kendari masih tertutup awan tebal. Untuk Indonesia bagian timur, Ternate berawan tebal, Ambon hujan ringan, sementara Papua bagian selatan dan barat daya diselimuti kabut atau asap.
Kondisi cuaca ini berdampak langsung pada mobilitas warga, terutama di kota-kota besar yang diperkirakan berawan tebal. Minimnya sinar matahari dapat mempengaruhi aktivitas luar ruangan, sementara hujan ringan di beberapa daerah berpotensi mengganggu lalu lintas. Lebih jauh, peringatan hujan lebat di Sulawesi Selatan menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mengingat memasuki musim pancaroba yang kerap memicu bencana hidrometeorologi.
Ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi dan mempersiapkan langkah antisipasi, seperti memeriksa saluran air di lingkungan rumah dan menghindari aktivitas di daerah rawan banjir saat hujan deras. Dengan pola cuaca yang masih didominasi awan tebal, pertanyaan apakah potensi hujan lebat akan meluas ke wilayah lain masih perlu diwaspadai.



