Menekraf: Olahraga Komunitas Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif
Baca dalam 60 detik
- Menteri Ekonomi Kreatif mendorong pemanfaatan kegiatan olahraga berbasis komunitas sebagai katalis pertumbuhan subsektor kreatif seperti fesyen, event, dan kuliner.
- Model ekonomi olahraga partisipatif dinilai mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat ekosistem kreatif lokal, asal direplikasi secara masif di daerah.
- Garuda Finishers, komunitas lari binaan pemerintah, menjadi contoh konkret sinergi olahraga dan kreatif dengan melibatkan 600 pelari dari 48 komunitas di Jakarta.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meyakini bahwa aktivitas olahraga yang melibatkan partisipasi komunitas tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga mampu menjadi lokomotif pertumbuhan bagi ekosistem ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, pendekatan berbasis gaya hidup dan keterlibatan publik telah menggerakkan berbagai subsektor kreatif, mulai dari desain apparel hingga media dan hiburan, sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Dalam pernyataan resmi yang diterima Senin (27/7), Riefky menegaskan bahwa perkembangan olahraga komunitas seperti lari, senam, dan olahraga rekreasi lainnya telah menciptakan peluang ekonomi bagi pelaku industri kreatif. Subsektor fesyen olahraga, misalnya, menikmati peningkatan permintaan produk lokal, sementara penyelenggara acara, fotografer, videografer, hingga pelaku kuliner turut merasakan dampak positif.
“Model pengembangan berbasis partisipasi publik ini perlu direplikasi di berbagai daerah agar ekosistem ekonomi kreatif semakin kuat dan menjadi sumber pertumbuhan baru,” ujar Riefky. Ia menambahkan bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat—menjadi kunci dalam membangun industri olahraga yang berdaya saing.
Menurut Riefky, sinergi heksaheliks yang solid dan inklusif akan menjadikan perhelatan olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi juga panggung promosi produk kreatif lokal sekaligus alat pemersatu bangsa. Pemerintah berharap kolaborasi antara olahraga dan ekonomi kreatif melalui komunitas seperti Garuda Finishers dapat memperkuat ekosistem sport economy dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif di berbagai daerah.
Keberhasilan model ini di Jakarta diharapkan menjadi cetak biru bagi daerah lain. Tantangan ke depan adalah memastikan replikasi berjalan dengan dukungan regulasi dan pendanaan yang memadai, serta kesiapan pelaku kreatif di daerah untuk menangkap peluang. Apakah setiap kota mampu meniru kesuksesan Garuda Finishers dan menjadikan olahraga sebagai ujung tombak ekonomi kreatif?



