Perenung Skotlandia Lawan Kanker Otak, Raih Final Commonwealth Games
Baca dalam 60 detik
- Archie Goodburn, pemegang rekor nasional 50m gaya dada Skotlandia, berhasil lolos ke final Commonwealth Games meski didiagnosis kanker otak stadium rendah dua tahun lalu.
- Tiga tumor jinak yang menyebar di otaknya membuat ia diperkirakan tidak akan hidup hingga usia 40 tahun, namun terapi baru memperlambat pertumbuhan kanker.
- Di luar medali, Goodburn kini fokus pada advokasi riset kanker otak, menyuarakan pentingnya pendanaan untuk pasien muda seperti dirinya.

Perenang Skotlandia Archie Goodburn yang mengidap kanker otak dan pernah divonis tidak akan melihat usia 40 tahun sukses tampil di final nomor 50 meter gaya dada putra Commonwealth Games pada Senin (10/3) di Tollcross, Glasgow. Ia finis di posisi ketujuh bersama, tetapi sorotan justru tertuju pada perjuangannya melawan penyakit yang mengubah hidupnya.
Dua tahun lalu, dunia Goodburn runtuh. Pemegang rekor nasional Skotlandia untuk 50 meter gaya dada itu tengah bermimpi tampil di Olimpiade Paris ketika ia menerima panggilan telepon setelah sesi latihan. Kejang-kejang, mati rasa di sisi kiri, dan perasaan deja vu yang terus muncul ternyata adalah gejala awal. Hasil pemindaian menunjukkan tiga tumor otak tingkat rendah yang tidak bisa dioperasi karena penyebarannya. Usianya saat itu baru 22 tahun.
Tak mau menyerah, ia memperjuangkan akses ke terapi baru yang berhasil memperlambat pertumbuhan tumor. Kini di usia 25 tahun, Goodburn justru berada dalam performa terbaiknya sebagai perenang. Ia memecahkan rekor nasional dengan catatan waktu 27,12 detik pada Februari lalu dan lolos ke final Commonwealth Games sebagai kualifikasi kelima tercepat. Tak hanya itu, ia baru saja lulus dengan predikat cumlaude di bidang teknik kimia dari Universitas Edinburgh.
Bagi Goodburn, final ini bukan sekadar soal podium. "Mimpi saya adalah melihat masa depan di mana kanker otak bukan lagi pembunuh terbesar pasien di bawah 40 tahun," ujarnya kepada BBC Sport Scotland. Ia menyadari bahwa perannya kini bukan hanya sebagai atlet profesional, tetapi juga advokat bagi pasien kanker muda. "Saya berjuang untuk memperpanjang hidup saya sendiri, tapi juga untuk mereka yang mengalami hal yang sama."
Kisah Goodburn menggema hingga ke Indonesia. Kanker otak merupakan salah satu penyakit yang sering terdiagnosis terlambat di Tanah Air, dan angka kelangsungan hidup pasien muda masih rendah. Kisah inspiratif seperti Goodburn diharapkan bisa mendorong kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan riset kanker otak. Pasien di Indonesia juga kerap menghadapi keterbatasan akses terapi inovatif, sesuatu yang diperjuangkan Goodburn dengan gigih.
Rekan setimnya, peraih medali emas Olimpiade Duncan Scott, menyebut Goodburn "inspiratif". Goodburn sendiri mengaku masih berusaha menyerap setiap momen. "Saya bertanya-tanya bagaimana perasaan saya setelah ini. Tapi saya tahu saya akan memiliki kenangan seumur hidup," katanya. Pertanyaan besarnya kini: apakah perjuangan melawan kanker otak akan menjadi warisan terbesarnya, melebihi medali yang tak sempat ia raih?



