Liga Skotlandia Kembali: Persaingan Sengit dan Drama VAR Warnai Musim Baru
Baca dalam 60 detik
- Scottish Premiership musim 2024/25 dimulai Jumat ini dengan Celtic sebagai juara bertahan setelah mengalahkan Hearts di detik-detik akhir musim lalu.
- Hearts kehilangan pelatih dan pemain kunci, sementara Celtic dan Rangers melakukan perombakan skuad untuk memperkuat ambisi gelar.
- Kontroversi VAR masih menjadi sorotan, dengan lima pelatih baru memulai era mereka di berbagai klub.

Scottish Premiership, liga yang kerap disebut sebagai tontonan paling adiktif di dunia sepak bola, kembali bergulir Jumat ini. Musim baru menjanjikan persaingan sengit antara Celtic dan Rangers, serta drama yang tak pernah habis dari keputusan VAR.
Musim lalu, Celtic merebut gelar juara dengan cara dramatis setelah mengalahkan Hearts di menit-menit akhir pertandingan penentuan. Hearts hanya berjarak sembilan menit dari sejarah—mengakhiri dominasi Old Firm selama empat dekade—sebelum Daizen Maeda mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-87. Gol tambahan Celtic di masa injury time memicu kericuhan, dan Hearts meninggalkan stadion dengan air mata.
Setelah kejadian itu, struktur tim Hearts runtuh. Pelatih Derek McInnes hengkang ke Tynecastle, membawa serta kapten Lawrence Shankland dan gelandang Cammy Devlin. Penggantinya, Wouter Vrancken, langsung mendapat tekanan setelah kekalahan telak 6-0 dari Sturm Graz di kualifikasi Liga Champions. Mantan striker Ryan Stevenson menilai tim masih seperti kumpulan pemain baru yang belum padu. "Jika hasil tidak kunjung membaik, pertengahan September akan menjadi titik kritis," ujarnya.
Celtic, di sisi lain, mempertahankan Martin O'Neill sebagai pelatih setelah musim ganda domestik yang unik. Namun, ketidakpuasan suporter terhadap manajemen masih membara, terutama setelah kepergian mendadak Brendan Rodgers dan masa singkat Wilfried Nancy. Celtic baru mendatangkan dua pemain—Camilo Duran dan Kasper Hogh—dengan total biaya sekitar £15 juta, tetapi kehilangan Maeda yang pindah ke Ipswich Town. O'Neill berjanji akan mendatangkan pemain berkualitas tinggi, dengan target seperti Haissem Hassan dan Mika Baur.
Rangers, yang nyaris merebut gelar musim lalu sebelum kehilangan empat dari lima laga akhir, kini berada di bawah asuhan Danny Rohl. Klub kehilangan kapten James Tavernier, kiper Jack Butland, dan penyerang Oliver Antman. Namun, kedatangan bek Afrika Selatan Olwethu Makhanya dan gelandang Serbia Vanja Dragojevic memberi harapan baru. Pertanyaan besarnya: apakah cukup untuk menggeser dominasi Celtic?
Kontroversi VAR kembali menjadi sorotan. Musim lalu, mantan gelandang Motherwell Elliot Watt menyebut keputusan penalti untuk Celtic sebagai "keputusan VAR terburuk dalam sejarah", sementara McInnes menyebutnya "memuakkan". Pekan lalu, pelatih St Johnstone Simo Valakari menyerukan kesabaran setelah bertemu dengan manajer VAR asosiasi, Martin Atkinson. Asosiasi sepak bola Skotlandia telah menginstruksikan VAR hanya boleh campur tangan pada insiden yang "sangat jelas".
Bagi penggemar di Indonesia, Scottish Premiership menawarkan alternatif tontonan yang kompetitif di luar lima liga top Eropa. Dengan jam tayang yang bersahabat (malam hari WIB), liga ini memiliki basis penggemar setia di Tanah Air. Persaingan ketat antara Celtic dan Rangers, serta kisah underdog seperti Hearts, memberikan daya tarik tersendiri. Apakah musim ini akan lahir kejutan baru, atau Old Firm kembali mendominasi?



