Leeds Siap Pecahkan Rekor Demi James Trafford: Investasi £45 Juta untuk Masa Depan
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan mencapai kesepakatan dengan Manchester City untuk kiper James Trafford dengan nilai hingga £45 juta, melampaui rekor transfer klub.
- Trafford, 23 tahun, tampil gemilang di Piala Liga dan FA Cup musim lalu dengan persentase penyelamatan di atas 80%, dinilai sebagai talenta terbesar Leeds sejak Raphinha.
- Kepindahan ini diharapkan memberi Trafford platform reguler untuk berkembang, mirip dengan kisah Raphinha yang bersinar lalu dijual mahal ke Barcelona.

Leeds United dikabarkan akan mendatangkan kiper Manchester City, James Trafford, dengan nilai transfer mencapai £45 juta. Angka tersebut tidak hanya memecahkan rekor pembelian klub yang sebelumnya dipegang Georginio Rutter (£35,5 juta), tetapi juga menjadi sinyal ambisi The Whites untuk bersaing di papan atas Liga Inggris.
Musim panas ini Leeds sudah aktif bergerak. Kehilangan bek tengah Pascal Struijk ke Brighton (£20 juta) langsung direspons dengan mendatangkan Tarik Muharemovic dari Sassuolo seharga £34 juta. Harry Wilson juga bergabung secara gratis dari Fulham, sementara negosiasi dengan Julian Brandt masih berlangsung. Namun, langkah paling berani adalah upaya mendatangkan Trafford, kiper muda yang terpinggirkan di Etihad karena kehadiran Gianluigi Donnarumma.
Fondasi ambisi ini mengingatkan pada era Raphinha. Pada 2020, Leeds hanya mengeluarkan £17 juta untuk membeli pemain sayap Brasil dari Rennes. Saat itu, catatan lima gol dan tiga assist di Ligue 1 belum menjamin kesuksesan. Namun, sistem Marcelo Bielsa mengubah Raphinha menjadi bintang, yang kemudian dilego ke Barcelona seharga £55 juta. Kini, dengan Trafford, Leeds berharap mengulangi pola serupa: memberi panggung bagi talenta mentah untuk bersinar.
Penampilan Trafford di ajang knockout musim lalu sulit diabaikan. Saat City menjuarai Piala Liga dan FA Cup, ia mencatatkan penyelamatan penalti di perempat final FA Cup melawan Liverpool, penyelamatan ganda di final Piala Liga kontra Arsenal, dan clean sheet di final FA Cup melawan Chelsea. Agresivitasnya dalam duel satu lawan satu dan ketenangan di momen krusial menjadi bukti potensi besarnya.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, pergerakan Leeds di bursa transfer ini menarik untuk disimak. Liga Inggris tetap menjadi kompetisi paling banyak ditonton di Tanah Air, dan keputusan klub seperti Leeds menginvestasikan dana besar pada pemain muda bisa menjadi tolok ukur strategi pembangunan skuad jangka panjang. Trafford, jika sukses, bisa menjadi bukti bahwa kiper modern tidak hanya bertugas menggagalkan gol, tetapi juga menjadi fondasi permainan dari belakang.
Pertanyaan besarnya: bisakah Trafford mengulangi jejak Raphinha? Dengan persaingan di Premier League yang semakin ketat, tekanan untuk tampil konsisten akan menjadi ujian utama. Namun, jika Leeds mampu menyediakan lingkungan yang tepat—seperti yang dilakukan Bielsa dulu—bukan tidak mungkin kiper Inggris ini akan menjadi komoditas panas di bursa transfer berikutnya.



