Api dan Ledakan Guncang Kalideres: Kebakaran Sampah di Permata Taman Palem Berhasil Dipadamkan
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran disertai ledakan melanda area pembuangan sampah di Pegadungan, Kalideres, Senin malam, memicu kepanikan warga.
- Empat unit armada dan 20 personel dikerahkan, api berhasil dipadamkan dalam waktu satu jam tanpa korban jiwa.
- Ledakan masih misterius, warga resahโDKI Jakarta didesak evaluasi sistem keamanan tempat pembuangan akhir.

Api dan ledakan meneror warga Kalideres saat kebakaran melanda area pembuangan sampah di Jalan Perumahan Permata Taman Palem Blok D, Pegadungan, Jakarta Barat, Senin malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.10 WIB itu mengundang perhatian karena disertai suara ledakan yang terekam dalam video viral di akun Instagram @warga.jakbar.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan timnya langsung bergerak setelah menerima laporan. Sebanyak 20 personel diterjunkan dengan empat unit armada pemadam. Proses pemadaman berlangsung hampir satu jam dan dinyatakan selesai pada pukul 20.11 WIB. โTidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini,โ ujarnya kepada wartawan di Jakarta.
Yang menjadi sorotan adalah bunyi ledakan yang terdengar sebelum pemadaman. Dalam video yang beredar, api berkobar diikuti suara dentuman keras. Namun, Syaiful mengaku belum memonitor penyebab ledakan tersebut. โIntinya pemadaman sudah berhasil dilakukan,โ katanya singkat. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga: apakah ledakan berasal dari tabung gas atau metana dari tumpukan sampah?
Kebakaran di area pembuangan sampah bukanlah pertama kali di Jakarta. Dalam sebulan terakhir, setidaknya dua insiden serupa terjadi di Cengkareng, Jakbar, yang menghanguskan lapak rongsokan dan tumpukan sampah. Pola ini mengindikasikan lemahnya pengawasan dan sistem pengelolaan sampah di ibu kota. Tumpukan sampah yang membusuk menghasilkan gas metana yang mudah terbakar, menjadi bom waktu bagi pemukiman padat.
Keselamatan warga menjadi taruhan. Meski kali ini tidak ada korban, risiko ledakan dan kebakaran di area pemukiman tetap tinggi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu segera meninjau ulang prosedur keamanan di tempat pembuangan akhir (TPA) dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, pengelolaan sampah berbasis komunitas dan daur ulang harus dipercepat agar volume sampah yang menumpuk berkurang.
Ke depannya, pertanyaan besar masih menggantung: apakah Jakarta siap mencegah kebakaran serupa? Atau akankah ledakan dan kobaran api terus menjadi momok bagi warga bantaran kali dan permukiman dekat TPA? Hanya dengan komitmen dan aksi nyata, risiko ini bisa ditekan.



