Garuda Pesta Gol Awal: Indonesia Bantai Kamboja 3-0 di Babak Pertama Piala AFF
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia mencetak tiga gol dalam 23 menit pertama laga kontra Kamboja, dua di antaranya dicetak oleh Mitchell Lee Baker.
- Dominasi skuad Garuda di Stadion Pakansari membuat Kamboja kesulitan mengembangkan permainan dan hanya mampu bertahan.
- Kemenangan ini memperkuat posisi Indonesia di Grup Piala AFF 2026 sekaligus memberi tekanan pada lawan berikutnya.

Tim nasional sepak bola Indonesia langsung tancap gas di laga perdana Piala AFF 2026 dengan membantai Kamboja 3-0 pada babak pertama di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (23/3) malam. Anak asuh pelatih John Herdman tampil agresif sejak menit awal dan memastikan keunggulan telak sebelum turun minum.
Gol pembuka diciptakan oleh Mitchell Lee Baker pada menit keenam memanfaatkan skema sepak pojok. Umpan silang Thom Haye dari tendangan bebas disundul keras oleh Mitchell yang tak mampu dihalau kiper Kamboja, Kimhuy. Tim tamu sempat memberikan perlawanan, namun Indonesia terus mengurung pertahanan lawan.
Peluang emas Beckham Putra pada menit ke-12 masih membentur mistar gawang. Namun, tiga menit berselang, Mitchell kembali mencatatkan namanya di papan skor. Aksi individu Eliano Reijnders yang menusuk dari sayap kanan diakhiri dengan umpan matang yang langsung diselesaikan Mitchell menjadi gol. Sepakan pelan namun akurat itu membuat kiper Kamboja tak berkutik.
Dominasi Indonesia semakin tak terbendung. Pada menit ke-23, giliran Sandy Walsh yang mencatatkan namanya melalui sundulan hasil sepak pojok Thom Haye. Bola sempat membentur tiang gawang sebelum akhirnya bersarang di jala Kamboja. Peluang-peluang lain dari Beckham dan Sandy kembali tercipta namun gagal menambah angka.
Sepanjang 45 menit pertama, Kamboja nyaris tak mampu mengembangkan permainan. Tim tamu lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat yang mudah dipatahkan lini belakang Indonesia. Pelatih Koji Gyotoku harus segera mencari solusi bila ingin memperbaiki kedudukan di babak kedua. Sementara bagi Indonesia, performa impresif ini menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut. Pertanyaan besarnya: mampukah Garuda mempertahankan dominasi hingga akhir laga?



