Danantara Resmi Masuk KKSK, Perluas Koordinasi Kebijakan Keuangan
Baca dalam 60 detik
- BPI Danantara akan dilibatkan dalam setiap keputusan Komite Kebijakan Sektor Keuangan usai pengunduran Gubernur BI Perry Warjiyo.
- Langkah ini memperluas fokus koordinasi dari sisi fiskal-moneter ke dampak langsung bagi perekonomian dan dunia usaha.
- Rosan Roeslani menegaskan Danantara tidak mengajukan nama untuk posisi Gubernur BI definitif, menunggu prerogatif Presiden.

Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK), langkah strategis yang dinilai memperkuat koordinasi kebijakan di tengah transisi kepemimpinan Bank Indonesia. Keputusan ini diumumkan oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Menurut Rosan, arahan tersebut datang langsung dari Presiden Prabowo menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. โKKSK diminta untuk melibatkan Danantara dalam setiap pengambilan keputusan,โ ujarnya, seraya menambahkan bahwa pendekatan ini dirancang agar kebijakan tidak hanya berfokus pada aspek fiskal dan moneter, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian dan pelaku usaha. Ia menyebut formula baru ini sebagai โKKSK Plus, plus Danantara.โ
Keputusan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mengintegrasikan investasi dan kebijakan sektor keuangan secara lebih erat. Selama ini, KKSK beranggotakan Menteri Keuangan, Gubernur BI, dan lembaga terkait, dengan fokus utama pada stabilitas moneter dan fiskal. Dengan masuknya Danantara, yang mengelola investasi pemerintah, kebijakan diharapkan lebih sensitif terhadap kebutuhan sektor riil. โJadi lebih ke whole ecosystem-nya,โ kata Rosan, menekankan bahwa koordinasi kini mencakup dampak langsung ke dunia usaha.
Bagi pelaku usaha dan investor, langkah ini menawarkan harapan akan kebijakan yang lebih terpadu. Seorang analis ekonomi dari Universitas Indonesia menilai bahwa pelibatan Danantara dapat mempercepat implementasi program-program strategis nasional, meski tetap perlu diwaspadai potensi tumpang tindih kewenangan. โIni langkah berani, tapi risiko koordinasi yang timpang harus dikelola hati-hati,โ ujarnya.
Rosan menegaskan bahwa Danantara tidak mengajukan kandidat untuk menggantikan Perry. โItu prerogatif Bapak Presiden,โ katanya tegas. Proses pengisian jabatan Gubernur BI definitif akan mengikuti mekanisme yang diatur undang-undang, termasuk persetujuan DPR. Sementara itu, Perry Warjiyo menyatakan pengunduran dirinya bersifat sukarela, dan pemerintah telah menerima surat tersebut. Ke depan, publik menantikan bagaimana KKSK yang diperluas ini akan merumuskan kebijakan di tengah tekanan inflasi dan nilai tukar, serta apakah sinergi antara Danantara dan otoritas moneter benar-benar mampu mendorong pertumbuhan tanpa mengorbankan stabilitas.



