Balding Sebut Kemenangan Kalpana di King George Sebagai yang Terbaik dari 2.000 Prestasi
Baca dalam 60 detik
- Kalpana memenangi King George VI & Queen Elizabeth Stakes dengan keunggulan 1,5 panjang atas Calandagan, membalikkan hasil runner-up tahun lalu.
- Andrew Balding, pelatih asal Inggris, menobatkan kemenangan ini sebagai puncak dari 2.000 kemenangan karirnya, mengalahkan prestasi sebelumnya.
- Kemenangan ini mendorong Balding mendekati pimpinan klasemen pelatih, dan Kalpana dijadwalkan tampil di Prix de l'Arc de Triomphe pada Oktober.

Kemenangan Kalpana di King George VI & Queen Elizabeth Stakes pada Sabtu lalu di Royal Ascot langsung dinobatkan sebagai pencapaian tertinggi oleh pelatihnya, Andrew Balding, dari total 2.000 kemenangan sepanjang karirnya. Balding tidak ragu menyebut momen ini sebagai nomor satu, mengalahkan seluruh koleksi prestasi yang telah ia kumpulkan selama 25 tahun menekuni profesi pelatih pacuan kuda.
Kalpana, seekor filly berkualitas tinggi, sukses membalaskan kekalahan setahun sebelumnya. Pada edisi 2025 ia finis sebagai runner-up, namun kali ini berhasil menahan laju Calandagan—juara bertahan asal Prancis—dengan selisih satu setengah panjang. Balding mengakui bahwa lapangan tahun ini lebih kuat dari tahun lalu, sehingga ia awalnya hanya menargetkan posisi ketiga. Namun, performa luar biasa Kalpana membuatnya mampu mengatasi tekanan di tikungan akhir dan mempertahankan keunggulan hingga garis finis.
Data Kunci
- Kalpana menang dengan keunggulan 1,5 panjang dari Calandagan di lintasan 1,5 mil.
- Balding kini mengoleksi 2.000 kemenangan karir, dengan King George sebagai puncaknya.
- Kemenangan ini menyumbang hadiah £1,3 juta dalam waktu kurang dari dua jam.
- Kalpana diproyeksikan turun di Prix de l'Arc de Triomphe, Paris, Oktober mendatang.
Kemenangan ini juga memiliki dimensi emosional bagi Balding, yang kehilangan ayahnya, Ian Balding—legenda pelatih yang memenangi King George pada 1971 bersama Mill Reef—enam bulan sebelumnya. Park House Stables di Hampshire, kandang yang sama yang melahirkan juara 1971, kini kembali menorehkan sejarah dengan Kalpana. “Ini adalah kemenangan yang emosional karena berbagai alasan,” ujar Balding kepada BBC Radio Berkshire. “Dia sudah bersama kami lama sekali dan semua orang sangat menyayanginya.”
Dampak kemenangan ini tak hanya pada prestise. Balding berhasil mengumpulkan hadiah sebesar £1,3 juta dalam waktu singkat, karena King George merupakan perlombaan termahal di Inggris tahun ini. Ditambah dengan kemenangan Item di York dalam balapan Grup Dua, posisi Balding dalam perburuan gelar pelatih melesat dan kini hanya terpaut tipis dari pemimpin klasemen, Aidan O'Brien. Persaingan menuju puncak klasemen semakin memanas dengan sisa musim yang masih panjang.
Bagi penggemar olahraga berkuda di Indonesia, prestasi Kalpana dan Balding menjadi cerminan konsistensi dan dedikasi dalam dunia pacuan kuda—sebuah olahraga yang memiliki basis penggemar tersendiri di tanah air, terutama di arena seperti Jakarta dan beberapa daerah. Keberhasilan Balding yang mampu mempertahankan standar tinggi di tengah tekanan kompetisi global dapat menjadi inspirasi bagi para pelatih lokal. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Kalpana mampu mengulangi sukses serupa di ajang yang lebih prestisius, seperti Prix de l'Arc de Triomphe pada Oktober, dan apakah Balding berhasil menyalip O'Brien di puncak klasemen. Jawabannya akan diketahui dalam beberapa pekan ke depan.



