Tak Ada Racun di TKP, Polisi Dalami Barang Bukti Kematian Sutrimo
Baca dalam 60 detik
- Puslabfor Polri memastikan tidak ditemukan jejak racun di lokasi penemuan jenazah Sutrimo di Kebayoran Baru.
- Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk bantal dan kotak hitam, untuk diuji di laboratorium forensik.
- Hasil penyelidikan masih tertutup, publik menunggu kejelasan penyebab kematian yang diduga tidak wajar.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri memastikan tidak ada kandungan racun yang terdeteksi di tempat kejadian perkara (TKP) kematian Sutrimo, seorang pria yang ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Temuan ini justru mempertegas dugaan kematian tidak wajar yang masih diselidiki Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan.
Kepastian itu disampaikan Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha saat mendatangi lokasi, Senin (27/7). Ia membantah rumor yang beredar tentang adanya zat beracun di sekitar korban. โNggak ada,โ ujarnya singkat. Meski demikian, Robby menolak merinci hasil olah TKP maupun barang-barang yang diamankan, dengan alasan proses penyidikan masih berjalan.
Seluruh barang bukti yang dikumpulkan dari TKP kini dibawa ke Puslabfor Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Robby menegaskan bahwa detail hasil laboratorium akan diumumkan oleh Humas Polda Metro Jaya atau pimpinan penyidik. โBiar Humas yang jelaskan,โ katanya, mempersilakan awak media menunggu konferensi pers resmi.
Suasana klinik yang tampak sepi dan dipenuhi daun kering mengindikasikan tempat itu telah lama tidak beroperasi. Polisi terlihat membuka garis kuning dan pintu masuk klinik pukul 13.11 WIB, kemudian menyelesaikan olah TKP satu jam kemudian. Sejumlah personel Puslabfor dengan pakaian hitam memasuki halaman dalam, membawa barang bukti yang dibungkus plastik bening.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya menyatakan bahwa korban ditemukan tergeletak di halaman klinik. Penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan masih mengumpulkan keterangan untuk merekonstruksi kronologi pasti. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab kematian, dan publik pun bertanya-tanya apakah kematian Sutrimo murni karena sakit, kecelakaan, atau ada unsur pidana.
โKami masih menunggu hasil laboratorium dan keterangan saksi. Mohon bersabar,โ ujar seorang penyidik yang enggan disebut namanya.
Kasus ini menyita perhatian warga Jakarta, khususnya terkait keamanan di klinik-klinik yang tidak aktif. Ke depan, penyidik dihadapkan pada tugas mengungkap misteri di balik temuan jenazah Sutrimo. Apakah hasil forensik akan memberikan jawaban, atau justru memunculkan pertanyaan baru? Publik menanti langkah polisi selanjutnya.



