Satpam Jatiluhur Tewas Terborgol, PJT II Jamin Pendidikan dan Tawarkan Kerja
Baca dalam 60 detik
- Seorang satpam objek vital Waduk Jatiluhur ditemukan tewas di tepi danau dalam kondisi tangan terborgol, diduga terkait teguran terhadap aksi vandalisme.
- Perum Jasa Tirta II memberikan santunan, hak penuh kepegawaian, pendidikan anak hingga tuntas, dan kesempatan kerja bagi putra sulung korban.
- Polisi masih menyelidiki penyebab kematian, sementara perusahaan mendukung proses hukum untuk mengungkap fakta di balik peristiwa ini.

Perum Jasa Tirta II (PJT II) memastikan pendampingan penuh bagi keluarga S (40), satpam yang ditemukan tewas di tepi Waduk Jatiluhur, Purwakarta, dengan kondisi tangan terborgol. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum yang hilang saat menjalankan piket malam.
Korban dilaporkan hilang kontak pada malam sebelum ditemukan, Jumat (24/7), di area Tanggul Ubrug. Rekan kerja bersama warga setempat melakukan pencarian dan menemukan jasadnya masih mengenakan seragam dinas, dengan kedua tangan diborgol ke belakang. Polisi menduga kuat adanya unsur pembunuhan dan tengah menyelidiki kemungkinan kaitan dengan aksi vandalisme yang sempat ditegur korban sebelum menghilang.
Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban kepegawaian, tetapi juga memberikan pendampingan jangka panjang. โKami ingin memastikan keluarga almarhum tidak menghadapi cobaan ini sendirian,โ ujarnya dalam keterangan resmi, Senin. Bantuan tersebut mencakup santunan, seluruh hak kepegawaian sesuai aturan, serta jaminan keberlangsungan pendidikan bagi kedua putra-putri korban hingga menyelesaikan jenjang pendidikan mereka.
Sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan, Direksi PJT II juga memberikan kesempatan kepada putra sulung almarhum yang duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk bergabung dan berkarya di perusahaan BUMN tersebut. Langkah ini diambil setelah yang bersangkutan menyelesaikan pendidikannya, sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan perusahaan. โKami kehilangan salah satu insan yang penuh dedikasi,โ tambah Imam.
โPeristiwa ini merupakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Perum Jasa Tirta II. Prioritas kami adalah memastikan keluarga almarhum memperoleh pendampingan layak dan mendukung penuh aparat penegak hukum mengungkap fakta.โ
PJT II menegaskan komitmennya mendukung proses penyelidikan yang berjalan profesional. โKami berharap proses penyelidikan memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga korban,โ kata Imam. Perusahaan juga akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang. Ke depan, publik menanti apakah motif di balik kematian satpam ini terkait dengan tindakan premanisme di sekitar objek vital, atau ada faktor lain yang lebih kompleks.



