Meghan Markle Buka-bukaan Soal 'Love Language'-nya di MasterChef Australia
Baca dalam 60 detik
- Meghan Markle menjadi juri tamu MasterChef Australia dan mengungkap bahwa bahasa cintanya adalah memasak dan makanan.
- Saat pencicipan hidangan, ia mendapat panggilan video dari Pangeran Harry yang mengakui tidak tahan makanan pedas.
- Kunjungan ke Australia delapan tahun setelah mengumumkan kehamilan Archie menjadi momen nostalgic baginya.

Meghan Markle, Duchess of Sussex, mengaku bahwa bahasa cintanya adalah memasak dan makanan saat menjadi juri tamu di MasterChef Australia. Dalam episode yang tayang pekan ini, ibu dua anak itu menjelaskan bagaimana kegiatan di dapur menjadi cara utamanya mengekspresikan kasih sayang kepada orang-orang terdekat.
Mantan aktris berusia 44 tahun itu tampil sebagai juri tamu di acara memasak populer tersebut saat ia dan suaminya, Pangeran Harry, sedang berkunjung ke Australia pada April lalu. Meghan mengaku perasaan nostalgia memenuhi dirinya karena kali terakhir ia ke Australia adalah delapan tahun silam, tepat saat ia mengumumkan kehamilan anak pertamanya, Archie. "Ini momen yang melingkari perjalanan hidup kami," ujarnya.
Selain menjadi juri, Meghan memberikan tantangan kepada para kontestan untuk membuat hidangan yang "pantas untuk seorang Duchess" dengan bahan-bahan pilihannya: madu, kacang macadamia, jeruk, bunga edible, dan seledri. Ia juga mendorong para peserta untuk tetap menjaga selera humor di tengah tekanan dapur. "Memasak adalah cara saya menunjukkan sifat asuh dan cinta kepada teman, keluarga, dan anak-anak," katanya.
Momen menarik terjadi saat Meghan menerima panggilan video dari Harry di tengah penjurian. Sang Pangeran bertanya apakah ia mengganggu sesuatu, dan Meghan menjawab dengan antusias bahwa hidangan yang dicicipi sangat lezat, meskipun Ia tahu Harry tidak tahan dengan makanan pedas karena ada saus pedas di salah satu masakan. "Kamu tahu aku... ini terlalu pedas untukmu," ledek Meghan. Harry pun menjawab singkat dan menutup panggilan dengan lembut.
Fenomena "love language" yang diperkenalkan psikolog Gary Chapman ini juga populer di Indonesia, sering dibahas di media sosial dan buku pengembangan diri. Tak heran jika pernyataan Meghan tentang memasak sebagai bahasa cintanya menjadi perbincangan hangat, mengingat budaya kuliner Indonesia yang kaya dan acara MasterChef Indonesia yang memiliki basis penggemar besar.
Penampilan Meghan di MasterChef Australia bukan sekadar hiburan, melainkan juga menunjukkan sisi personal seorang figur kerajaan yang jarang terekspos. Ke depan, publik mungkin akan lebih sering melihat sisi dermawan dan komunikatif dari Duchess of Sussex, terutama melalui merek gaya hidupnya, As Ever, yang ia sebut dalam episode tersebut.



