Setelah Depak Pelatih Juara, York City Gaet Scott Lindsey
Baca dalam 60 detik
- York City memecat Stuart Maynard hanya sehari setelah ia membawa tim promosi ke Liga Nasional, dengan alasan perbedaan visi.
- Scott Lindsey, yang sebelumnya sukses membawa Crawley Town promosi ke League One, diangkat sebagai pelatih kepala baru.
- Laga perdana Lindsey akan menjadi duel emosional melawan mantan timnya, Crawley Town, di EFL Cup pada 3 Agustus.

York City mengambil langkah cepat dengan menunjuk Scott Lindsey sebagai pelatih kepala baru, hanya sehari setelah memecat Stuart Maynard yang baru saja mengantar tim promosi juara Liga Nasional. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Maynard sukses membawa Minstermen ke kasta keempat sepak bola Inggris musim lalu.
Manajemen York City mengumumkan pemecatan Maynard pada Minggu lalu dengan alasan โperbedaan arah dan visiโ untuk klub. Meskipun meraih gelar juara dan promosi, pimpinan klub menilai ada ketidakcocokan strategi jangka panjang. Keputusan ini langsung menuai kritik dari suporter yang menganggap Maynard layak diberi kesempatan di divisi yang lebih tinggi.
Scott Lindsey bukan nama asing di sepak bola Inggris. Pada 2024, ia sukses membawa Crawley Town promosi ke League One dalam periode pertamanya sebagai manajer. Namun, masa jabatan keduanya berakhir pada Maret lalu setelah rentetan 10 pertandingan tanpa kemenangan di League Two membuat tim hanya unggul satu poin dari zona degradasi. Pengalaman Lindsey dalam membangun tim promosi dianggap menjadi alasan utama York City merekrutnya.
Laga perdananya bersama York City akan berlangsung pada 3 Agustus mendatang, dan lawan yang dihadapi adalah mantan timnya sendiri, Crawley Town, dalam babak pendahuluan EFL Cup. Pertandingan ini dipastikan penuh emosi, baik bagi Lindsey maupun suporter Crawley yang masih ingat jasanya membawa klub promosi.
Bagi sepak bola Indonesia, kisah ini memberikan gambaran nyata tentang kerasnya dunia kepelatihan di Inggris. Seperti halnya di Liga Indonesia, tekanan untuk tampil konsisten dan keselarasan visi dengan manajemen sering kali menjadi penentu nasib seorang pelatih, meskipun prestasi sebelumnya gemilang. Keputusan York City memecat Maynard juga menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana klub memberikan kepercayaan kepada pelatih yang telah berhasil membangun fondasi.
Ke depan, publik sepak bola akan mengamati apakah Lindsey mampu mengulangi kesuksesannya seperti di Crawley, atau justru kembali terperosok dalam badai hasil negatif. Satu hal yang pasti: laga melawan mantan timnya akan menjadi ujian mental dan taktik pertamanya di York City. Bisakah ia membuktikan bahwa reputasi sebagai arsitek promosi bukan sekadar kebetulan?



