Belanja Rp4,7 Triliun, Tottenham Tunjukkan Ambisi Baru
Baca dalam 60 detik
- Tottenham mengeluarkan dana £237 juta (sekitar Rp4,7 triliun) pada bursa transfer musim panas ini, rekor klub.
- Micky van de Ven menyebut pembelian besar sebagai bukti ambisi baru setelah dua musim finis di posisi 17.
- Pelatih Roberto de Zerbi diharapkan mengubah gaya bermain menjadi lebih ofensif dan atraktif.

Tottenham Hotspur menggelontorkan dana triliunan rupiah pada bursa transfer musim panas ini, sebuah sinyal bahwa klub London Utara itu ingin segera bangkit dari keterpurukan. Bek Micky van de Ven menilai langkah tersebut sebagai bukti nyata ambisi baru setelah dua musim berturut-turut finis di peringkat ke-17 Liga Inggris, nyaris terdegradasi.
Klub yang bermarkas di Stadion Tottenham Hotspur itu telah mengucurkan £237 juta atau setara Rp4,7 triliun untuk mendatangkan sejumlah pemain bintang. Rekor transfer klub dipecahkan dua kali dalam dua hari: pertama dengan merekrut gelandang Mateus Fernandes dari West Ham seharga £85 juta, lalu menyusul Sandro Tonali dari Newcastle dengan banderol £100 juta. Tak hanya itu, bek Jan Paul van Hecke, rekan setim Van de Ven di timnas Belanda, juga diboyong dari Brighton dengan nilai £52 juta. Tiga pemain senior—Marcos Senesi, Andrew Robertson, dan Martin Dubravka—datang secara gratis.
Kegagalan Tottenham musim lalu tidak hanya terlihat dari posisi klasemen, tetapi juga dari kekacauan di kursi pelatih. Klub berganti manajer tiga kali: Thomas Frank dipecat setelah kurang dari delapan bulan, Igor Tudor hanya bertahan 44 hari sebagai interim, sebelum akhirnya Roberto de Zerbi ditunjuk pada akhir Maret dengan tujuh pertandingan tersisa. Gaya bermain “safety-first” ala Frank menuai kritik dan gagal merebut hati suporter. Van de Ven mengakui bahwa musim lalu sangat menekan dan tidak bisa diterima. Kini, dengan suntikan pemain baru dan persiapan penuh, ia optimistis De Zerbi bisa membawa angin segar.
“Akan berbeda dengan musim lalu. Kami akan lebih banyak memegang bola, bermain sepak bola ofensif yang lebih menarik untuk ditonton. De Zerbi membawa gairah dan mentalitas yang kami butuhkan karena semua pemain sempat terpuruk,” ujar Van de Ven kepada BBC Sport di Sydney, tempat Tottenham menjalani tur pramusim.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, belanja besar Tottenham ini menjadi tontonan menarik. Premier League selalu menjadi liga yang paling banyak diikuti di Tanah Air, dan langkah agresif Tottenham menunjukkan persaingan papan atas semakin ketat. Kehadiran pemain-pemain seperti Tonali dan Fernandes diprediksi akan meningkatkan kualitas pertandingan yang disiarkan langsung di berbagai platform. Apalagi, dengan gaya ofensif yang dijanjikan De Zerbi, laga Tottenham berpotensi menjadi hiburan yang lebih atraktif bagi penonton Indonesia.
Van de Ven sendiri tengah dalam pembicaraan kontrak baru. Ia bergabung dengan Tottenham pada 2023 dengan ikatan enam tahun. Bek berusia 25 tahun itu merasa bahwa perubahan yang terjadi di klub sangat positif. “Perasaan tim sangat bagus. Para pemain baru cocok dengan grup,” katanya. Namun, pertanyaan besarnya adalah: mampukah De Zerbi mengubah tren negatif Tottenham dan membawa mereka kembali ke enam besar? Atau belanja besar ini hanya akan menjadi bom yang meledak di tangan?



