Kisah di Balik Kecelakaan Helikopter: Ibu Oliver Tree Ungkap Pesan Terakhir Sang Musisi
Baca dalam 60 detik
- Oliver Tree, musisi 32 tahun, tewas dalam tabrakan helikopter di Rio de Janeiro pada Juni lalu.
- Sang ibu, Christine Begin Nickell, menceritakan percakapan terakhir mereka tentang upaya berhenti merokok yang justru berakhir dengan tawa.
- Keluarga mendirikan yayasan sesuai wasiat Oliver Tree, Dr. Oliver Tree’s Extremely Epic Grant For Baby Geniuses, untuk mendukung seni dan kegembiraan.

Seorang ibu harus kehilangan putranya dalam kecelakaan helikopter yang mengguncang dunia hiburan. Christine Begin Nickell, ibu dari musisi Oliver Tree, mengungkapkan percakapan terakhirnya dengan sang anak dalam sebuah acara peringatan di California, akhir pekan lalu.
Oliver Tree, yang bernama asli Oliver Tree Nickell, adalah salah satu dari enam korban tabrakan dua helikopter di Rio de Janeiro, Brasil, pada Juni lalu. Usianya baru 32 tahun. Dalam acara yang digelar di California pada Sabtu (25/7/2026), Christine menjadi salah satu pembicara dan membagikan momen pribadi yang mengharukan.
Menurut Christine, sehari sebelum kecelakaan, ia mengirim pesan singkat kepada Oliver untuk menanyakan kabar terkait niatnya berhenti merokok. Sang ibu ingat Oliver pernah berjanji akan berhenti begitu memulai tur. Namun, respons Oliver tak terduga. “Dia segera menelepon saya melalui FaceTime dan mengepulkan asap rokok besar ke arah wajah saya — tapi dia begitu bahagia dan bersemangat menjalani hidup hari itu,” kenang Christine di hadapan para pelayat.
Christine juga mengatakan Oliver sangat antusias dengan rencana perjalanan ke sebuah rumah di puncak gunung, tempat ia berniat membuat konten TikTok dan musik bersama teman-temannya. “Dia suka menjalani hari-hari epik, masing-masing lebih berkesan dari sebelumnya,” tambahnya. Acara peringatan itu disiarkan melalui kanal YouTube Oliver, menampilkan pidato dan pertunjukan musik dari para sahabat.
Salah satu tokoh terkenal yang hadir adalah Logan Paul, yang menggambarkan Oliver sebagai “sahabat semua orang”. Logan menyebutnya “petualang dengan semangat hidup yang tak tertandingi dan kemampuan luar biasa membuat siapa pun merasa dilihat dan didengar”. Logan menambahkan, “Oliver adalah seniman lintas generasi yang warisan dan musiknya akan abadi. Dia akan bangga melihat kita semua tetap tegar dengan merayakan dampak kehadirannya di Bumi.”
Kepergian Oliver Tree juga meninggalkan duka mendalam bagi penggemar di Indonesia. Musisi yang dikenal dengan perpaduan genre pop, elektronik, dan rock ini memiliki basis penggemar setia di Tanah Air, terutama melalui platform streaming dan media sosial. Lagu-lagunya seperti "Hurt" dan "Miss You" sempat viral di berbagai platform. Banyak penggemar Indonesia yang menyampaikan belasungkawa melalui kolom komentar di akun Instagram Oliver, menandai betapa besar pengaruhnya di pasar musik global.
Tim Oliver, melalui unggahan di Instagram pada 22 Juni, mengumumkan bahwa jenazah sang musisi telah tiba di California. “Beristirahatlah dengan damai, Oliver Tree Nickell. Warisanmu akan hidup selamanya. Oliver kini kembali ke California untuk akhirnya beristirahat,” tulis mereka. Dalam unggahan yang sama, tim juga mengungkapkan “harapan terakhir” Oliver: sebuah yayasan yang telah ia rincikan dalam surat wasiatnya. Yayasan tersebut diberi nama 'Dr. Oliver Tree’s Extremely Epic Grant For Baby Geniuses' dan akan segera diluncurkan. “Kami akan memastikan keinginannya terwujud, sehingga lebih banyak kegembiraan, cinta, dan seni dapat tersebar ke dunia. Itu adalah harapan terakhirnya,” tambah pernyataan itu.
Kepergian Oliver Tree di usia muda menyisakan pertanyaan tentang keselamatan penerbangan dan dampak psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan. Namun, melalui yayasan yang didirikannya, semangat Oliver untuk menyebarkan kegembiraan dan seni diyakini akan terus hidup. Akankah warisan ini mampu menginspirasi generasi baru musisi dan kreator di Indonesia? Waktu yang akan menjawab.



