Laga Indonesia vs Kamboja: 1.097 Personel Dikerahkan untuk Pengamanan ASEAN Cup
Baca dalam 60 detik
- Polres Bogor menyiagakan 1.097 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait untuk mengamankan laga pembuka ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari.
- Pengamanan terpadu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penonton, dengan data penjualan tiket mencapai 9.014 lembar plus seat filling 9.000.
- Keberhasilan operasi ini menjadi ujian bagi Kabupaten Bogor dalam menjaga reputasi sebagai tuan rumah event olahraga internasional.

Polres Bogor mengerahkan lebih dari seribu personel gabungan untuk memastikan keamanan pertandingan pembuka ASEAN Hyundai Cup 2026 antara Timnas Indonesia dan Kamboja di Stadion Pakansari, Senin malam. Langkah ini diambil seiring tingginya antusiasme suporter yang diprediksi memadati arena.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara profesional dan humanis, mengacu pada standar keselamatan internasional. โKami bersama TNI dan Pemkab Bogor siap menyukseskan gelaran ini,โ ujarnya dalam apel kesiapan di Mapolres Bogor, Senin siang.
Personel yang diterjunkan terdiri dari 572 anggota Polres Bogor, 297 personel bantuan kendali operasi dari Polda Jawa Barat dan Mabes Polri, serta 228 personel dari instansi lain. Mereka ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari jalur menuju stadion, area luar, hingga kantong parkir. Pola pengamanan terpadu ini dirancang untuk mengantisipasi potensi kericuhan suporter.
Berdasarkan data panitia hingga pukul 11.05 WIB, sebanyak 9.014 tiket telah terjual untuk pertandingan Indonesia melawan Kamboja. Selain itu, program seat filling menyediakan 9.000 kursi bagi penonton tambahan. Sementara itu, penjualan tiket untuk laga Indonesia melawan Vietnam mencapai 8.140 lembar dan diperkirakan masih bertambah. Kapolres mengimbau suporter untuk mematuhi arahan petugas dan menjaga ketertiban demi kelancaran acara.
โKami imbau seluruh suporter dan masyarakat untuk tertib, patuhi petugas lalu lintas, dan jaga kondisi kondusif. Ini demi reputasi Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah event internasional yang aman dan bermartabat,โ kata Wikha.
Keberhasilan pengamanan laga pembuka ini menjadi indikator penting bagi Bogor dalam menyelenggarakan turnamen sepak bola bergengsi di Asia Tenggara. Apalagi, antusiasme publik terhadap Timnas Indonesia cukup tinggi setelah penantian panjang gelar juara ASEAN. Pertandingan melawan Vietnam yang dijadwalkan berikutnya juga diperkirakan akan menarik lebih banyak penonton.
Pola pengamanan serupa direncanakan untuk seluruh pertandingan di Stadion Pakansari. Pertanyaannya, apakah koordinasi antarinstansi ini dapat menjadi model standar bagi penyelenggaraan event olahraga internasional di daerah lain? Dengan potensi risiko keamanan yang selalu mengintai, kesiapan personel dan rekayasa lalu lintas menjadi faktor krusial yang terus diuji.



