Christopher Nolan Akui Takut Garap Film Romantis dan Komedi: "Saking Sulitnya"
Baca dalam 60 detik
- Sutradara tenar Christopher Nolan mengaku gentar jika harus menyutradarai film bergenre rom-com maupun komedi murni karena tingkat kesulitan yang ekstrem.
- Meski demikian, Nolan justru membuka peluang untuk membuat film horor setelah pengalaman menangani adegan-adegan mencekam di film terbarunya, The Odyssey.
- Selain itu, Nolan juga mengungkapkan keinginan untuk kembali berkolaborasi dengan aktor Christian Bale yang dinilainya sebagai salah satu aktor terbaik generasinya.

Sir Christopher Nolan, sutradara di balik film-film epik seperti Inception dan Oppenheimer, untuk pertama kalinya secara blak-blakan mengakui bahwa ia merasa "terlalu takut" untuk menggarap film bergenre komedi romantis (rom-com) atau komedi murni. Dalam sebuah wawancara di The Tonight Show Starring Jimmy Fallon, Nolan menyebut genre tersebut sebagai salah satu tantangan terberat dalam dunia perfilman.
Nolan, yang kini tengah sibuk dengan film kolosal The Odyssey, menegaskan kekagumannya pada para pembuat film komedi. "Saya pikir membuat film rom-com akan sangat sulit. Saya suka menonton film-film itu, tapi tidak, saya pikir orang yang menyutradarai komedi melakukan hal tersulit di duniaโmembuat orang tertawa," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa risiko kegagalan dalam komedi sangat nyata. "Tidak ada tempat bersembunyi. Ketika penonton tidak tertawa, itu jelas sekali. Berbeda dengan film dramatis yang bisa diartikan 'mereka tidak paham'. Dalam komedi, semua terpapar," lanjutnya.
Namun, sisi lain dari pernyataan Nolan justru menarik bagi penggemar horor. Sang sutradara mengaku bahwa proses syuting adegan-adegan berdarah di The Odyssey telah membangkitkan seleranya terhadap genre horor. "Adegan-adegan itu sangat menggugah selera saya untuk lebih banyak lagi. Tapi saya selalu percaya horor harus didekati dari sudut konsep yang kuat. Anda harus memiliki ide yang luar biasa," ujarnya kepada The Hollywood Reporter. Ia mencontohkan film Obsession (mungkin merujuk pada Obsession garapan Brian De Palma) sebagai contoh horor dengan konsep brilian.
Di Indonesia, pengakuan Nolan ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pegiat film dan penggemar bioskop. Banyak sineas lokal yang justru menjadikan komedi sebagai genre utama, seperti film-film Warkop DKI atau produksi rumah produksi Imajinari. "Pernyataan Nolan menunjukkan betapa sulitnya komedi, tapi justru itulah yang membuatnya menarik. Di Indonesia, komedi sudah menjadi makanan sehari-hari penonton, tetapi kualitasnya harus terus ditingkatkan," ujar seorang pengamat film dari Universitas Indonesia, Dr. Eric Sasono. Menurutnya, pernyataan Nolan bisa menjadi refleksi bagi industri film nasional untuk lebih menghargai kompleksitas genre komedi.
Tak hanya soal genre, Nolan juga menyampaikan keinginannya untuk kembali bekerja sama dengan Christian Bale. "Dia adalah salah satu aktor hebat di generasinya. Saya sangat senang The Prestige akan dirilis ulang, karena itu adalah salah satu penampilannya yang paling diremehkan. Saya ingin penonton baru menikmatinya," kata Nolan. The Prestige, film tentang persaingan pesulap yang dibintangi Bale dan Hugh Jackman, memang kerap dianggap sebagai salah satu karya Nolan yang kurang mendapat perhatian, meski memiliki skor 8,5 di IMDb.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Nolan benar-benar mewujudkan film horor yang ia idamkan tanpa harus kehilangan ciri khasnya sebagai sutradara narasi rumit? Atau justru ia akan menggabungkan elemen horor ke dalam film-film non-horornya berikutnya? Yang jelas, pengakuan jujur seorang maestro seperti Nolan membuktikan bahwa bahkan pembuat film terhebat pun memiliki rasa takutโdan itu justru membuat mereka manusiawi.



