Kris Jenner Peringati Ulang Tahun Almarhumah Sang Ibu: Pesan Menyentuh dari Keluarga Kardashian
Baca dalam 60 detik
- Kris Jenner mengunggah foto kenangan untuk memperingati ulang tahun ke-92 Mary Jo 'MJ' Campbell yang meninggal awal Juli 2024.
- Kim dan Kourtney Kardashian turut menyampaikan penghormatan melalui media sosial, menceritakan kenangan mendalam bersama sang nenek.
- Keluarga Kardashian memanfaatkan Instagram sebagai ruang publik untuk berduka, mencerminkan tren ekspresi emosi di era digital yang juga melanda Indonesia.

Kris Jenner, ibu dari keluarga Kardashian-Jenner, memberikan penghormatan terakhir kepada sang ibu, Mary Jo Campbell—atau yang akrab disapa MJ—pada hari yang seharusnya menjadi ulang tahunnya yang ke-92. Beberapa hari setelah mengumumkan kepergian MJ pada pertengahan Juli, Kris membagikan serangkaian foto lawas di Instagram pada akhir pekan lalu, disertai pesan singkat yang menggugah.
Dalam unggahan tersebut, Kris menulis, “Selamat ulang tahun di surga, Ibu. Aku mencintaimu.” Unggahan itu langsung mendapat respons dari para penggemar dan selebritas, menandakan betapa besar pengaruh sosok MJ dalam kehidupan publik keluarga tersebut. MJ dikenal sering tampil di acara realitas "Keeping Up with the Kardashians" dan memiliki ikatan erat dengan cucu-cucunya.
Putri sulung Kris, Kim Kardashian, juga ikut bernostalgia. Ia membagikan foto-foto masa kecil bersama sang nenek dan mengungkapkan bahwa proses membereskan barang peninggalan MJ membuka banyak kisah baru. “Aku pikir aku tahu segalanya tentangmu, tapi ternyata masih banyak yang belum,” tulis Kim. Ia menambahkan bahwa pengetahuan baru itu justru membuatnya semakin menghormati dan mencintai MJ.
Sementara itu, Kourtney Kardashian memilih cara berbeda dalam mengenang. Ia menuliskan narasi panjang yang menggambarkan MJ sebagai “rasa hangat yang melekat dalam diriku” dan mengaitkannya dengan momen-momen kebersamaan seperti Halloween, Natal, hingga teh dan kue jahe. Kourtney mengaku bersyukur memiliki nenek yang menjadi “tempat aman” sepanjang hidupnya.
Fenomena berduka di media sosial seperti yang dilakukan keluarga Kardashian bukanlah hal asing di Indonesia. Banyak figur publik Tanah Air juga memanfaatkan Instagram atau Twitter untuk menyampaikan rasa kehilangan, membagikan kenangan, dan mendapat dukungan dari warganet. Praktik ini mencerminkan perubahan cara masyarakat modern mengelola duka, dari ranah privat ke ruang publik digital.
Meski demikian, tidak semua pengguna media sosial merasa nyaman dengan ekspresi duka yang terbuka. Sebagian menganggapnya sebagai bentuk pencitraan, sehingga keluarga Kardashian kerap menghadapi kritik serupa. Namun, bagi penggemar setia, unggahan seperti ini justru memperkuat ikatan emosional antara selebritas dan audiens.
Kepergian MJ meninggalkan ruang kosong dalam kehidupan para anggota keluarga, terutama bagi Kris yang selalu dekat dengan ibunya. Dengan tidak adanya rincian penyebab kematian, publik masih menanti kabar lebih lanjut. Pertanyaan yang menggantung: akankah keluarga Kardashian mengungkap detail lebih dalam, atau memilih menjaga privasi di tengah sorotan kamera?



