BNPP Matangkan Reaktivasi PLB Temajuk, Buka Gerbang Ekonomi di Perbatasan Kalimantan
Baca dalam 60 detik
- Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menggelar koordinasi untuk menyiapkan soft launching Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk-Kalimantan Barat dengan Telok Melano, Malaysia.
- Reaktivasi perlintasan ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga diisi dengan fun run dan expo UMKM untuk menggerakkan ekonomi lokal dan pariwisata.
- Proposal reaktivasi akan menjadi dasar perundingan bilateral pada pertemuan Sosek Malindo akhir Juli 2026, menandai komitmen kedua negara memperkuat konektivitas.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mempercepat realisasi pembukaan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kalimantan Barat yang akan terhubung langsung dengan Telok Melano, Malaysia, sebagai upaya menghidupkan denyut ekonomi di kawasan perbatasan yang selama ini terhambat.
Dalam rapat koordinasi yang digelar Jumat pekan lalu, BNPP bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kalimantan Barat serta sejumlah kementerian terkait mematangkan rencana soft launching yang ditargetkan segera terlaksana. Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak akan jalur resmi yang dapat memperlancar arus barang, jasa, dan pergerakan masyarakat di wilayah yang selama ini mengandalkan jalur informal.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP, Budi Setyono, menggarisbawahi bahwa tahap awal reaktivasi harus dimulai dengan penyusunan proposal bersama. Dokumen itu nantinya akan diserahkan kepada Ketua Delegasi Indonesia dan Malaysia sebagai cetak biru pelaksanaan perlintasan. โSoft launching ini perlu dipersiapkan secara matang melalui proposal yang akan menjadi acuan bersama,โ ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Budi menambahkan, momen reaktivasi tidak boleh sekadar seremoni. Ia mengusulkan agar kegiatan dirangkaikan dengan lari santai 5 kilometer dan pameran UMKM yang melibatkan masyarakat kedua negara. โKami berharap kegiatan ini mendorong pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan memperkuat interaksi sosial di kawasan perbatasan,โ katanya. Inisiatif ini dinilai strategis mengingat potensi ekonomi lokal yang selama ini terisolasi akibat minimnya akses resmi.
Bagi Indonesia, reaktivasi PLB Temajuk membawa implikasi langsung bagi masyarakat Kabupaten Sambas dan sekitarnya. Selama ini, pelintas dan pedagang lebih banyak menggunakan jalur tikus yang rawan penyelundupan dan tidak terdata. Dengan adanya pos resmi, pemerintah dapat mengoptimalkan pengawasan sekaligus menarik pendapatan negara. Selain itu, konektivitas yang lebih baik diharapkan membuka peluang investasi di sektor pariwisata dan perdagangan lintas batas, sejalan dengan proyek Ibu Kota Nusantara yang membutuhkan pusat pertumbuhan baru di Kalimantan.
Dalam forum tersebut, BNPP juga menerima masukan teknis, salah satunya dari Bea Cukai Sintete yang mengusulkan pengadaan mesin X-Ray untuk memperkuat pemeriksaan barang. Usulan ini menunjukkan komitmen untuk menjadikan PLB Temajuk sebagai gerbang yang aman dan tertib. Ke depan, hasil koordinasi akan dibawa ke meja perundingan Sosek Malindo yang dijadwalkan pada akhir Juli 2026, menjadi momentum krusial untuk merealisasikan target reaktivasi.
Dengan koordinasi yang terus diperkuat antara pusat, daerah, dan mitra Malaysia, pembukaan PLB Temajuk bukan hanya sekadar membuka portal fisik, melainkan juga membuka peluang baru bagi kesejahteraan masyarakat di sepanjang perbatasan Kalimantan. Pertanyaannya kini: seberapa cepat kedua negara dapat menyelesaikan detail teknis dan politik agar pintu ini tidak kembali tertutup?



