Dilema Setan Merah: Vlahovic Gratis atau Sesko yang Belum Matang?
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan mengincar Dusan Vlahovic yang berstatus bebas transfer setelah kontraknya di Juventus habis, sebagai alternatif lini depan yang lebih tajam.
- Benjamin Sesko, yang diboyong dengan harga £74 juta musim lalu, masih diragukan konsistensinya setelah hanya mencetak 11 gol di Premier League pada musim debutnya.
- Krisis gol United yang berkepanjangan sejak era Van Persie membuat keputusan rekrutan striker musim panas ini menjadi krusial untuk mengakhiri puasa gelar.

Krisis gol yang membelenggu Manchester United sejak era Sir Alex Ferguson berakhir kembali menjadi sorotan. Setelah satu dekade tanpa striker yang mampu menembus 20 gol dalam semusim di Premier League, kabar perburuan Dusan Vlahovic yang berstatus bebas transfer menjadi angin segar sekaligus dilema bagi manajemen klub. Penyerang timnas Serbia itu disebut-sebut sebagai opsi utama untuk menambah daya gedor lini depan Setan Merah pada bursa transfer musim panas ini.
Benjamin Sesko, yang direkrut dengan mahar £74 juta dari RB Leipzig pada musim panas lalu, menjalani musim debut yang pas-pasan. Pemain Slovenia setinggi 194 cm itu hanya mampu mengemas 11 gol di Premier League dan 12 gol di semua kompetisi. Angka tersebut dianggap belum sebanding dengan ekspektasi sebagai suksesor Rasmus Hojlund, yang juga mengalami nasib serupa—moncer di musim pertama lalu meredup di musim kedua. Pola ini seolah menjadi kutukan bagi lini depan United dalam satu dekade terakhir.
Data menunjukkan bahwa sejak Robin van Persie mencetak 26 gol pada musim 2012/13, tidak ada satu pun pemain United yang mampu mengulangi pencapaian tersebut. Anthony Martial sempat bersinar dengan 17 gol liga pada 2019/20, namun gagal konsisten. Romelu Lukaku, Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani, hingga Cristiano Ronaldo—semuanya hanya bertahan singkat sebelum performa menurun atau hengkang. Kini, Sesko berada di persimpangan jalan yang sama.
Menurut laporan The i Paper, Vlahovic masuk dalam daftar incaran United setelah kontraknya di Juventus habis. Pemain berusia 26 tahun itu sempat dirumorkan akan hengkang ke klub Italia lain, namun status bebas transfer membuatnya menjadi opsi yang menarik bagi rejim INEOS. Meski kerap diganggu cedera—hanya tampil sebagai starter dalam 11 laga Serie A musim lalu—Vlahovic tetap produktif dengan torehan tujuh gol. Legenda Italia Luca Toni bahkan pernah menyebutnya sebagai "salah satu striker terbaik di dunia".
Perbandingan dengan Sesko cukup mencolok. Vlahovic memiliki rasio gol per menit yang lebih baik di liga domestik maupun Eropa. Dari segi postur, keduanya sama-sama tinggi dan kuat, namun pengalaman Vlahovic di level tertinggi jauh lebih matang. Jika United memutuskan untuk merekrutnya, bukan tidak mungkin Vlahovic akan langsung menjadi pilihan utama, menggeser Sesko ke bangku cadangan. Situasi ini bisa menjadi bumerang bagi perkembangan pemain Slovenia yang masih berusia 23 tahun.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini mengingatkan pada dilema yang sering dihadapi klub-klub besar Eropa: antara merekrut pemain mapan dengan biaya rendah namun berisiko cedera, atau mempertahankan talenta muda yang masih perlu waktu. Di tengah persaingan ketat Liga Inggris, United tidak punya banyak waktu untuk menunggu Sesko matang. Keputusan di bursa transfer musim panas ini akan menentukan apakah kutukan striker United akhirnya berakhir atau terus berlanjut.



