Topan Noul Terjang China Selatan, Lebih dari 700.000 Jiwa Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Topan Noul, siklon tropis terkuat tahun ini, mendarat di Guangdong dan memicu peringatan merah banjir bandang dari otoritas China.
- Sebanyak 700.000 warga direlokasi di Guangdong, sementara Hong Kong membatalkan 350 penerbangan akibat cuaca buruk.
- Hujan deras diperkirakan berlangsung hingga Selasa, mengancam wilayah Jiangxi, Hunan, dan Fujian dengan potensi longsor.

Topan Noul, badai tropis paling kuat yang melanda China selatan tahun ini, memaksa lebih dari 700.000 orang meninggalkan rumah mereka di Provinsi Guangdong setelah mendarat pada Minggu (26/7) dini hari. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan merahโlevel tertinggiโuntuk banjir bandang di tujuh provinsi, menandai eskalasi signifikan dalam respons bencana.
Kementerian Sumber Daya Air dan Administrasi Meteorologi China secara bersama-sama menerbitkan peringatan banjir bandang yang berlaku mulai Minggu malam hingga Senin malam. Wilayah yang masuk zona siaga meliputi Jiangxi, Hunan, Guangdong, Sichuan, Shaanxi, Gansu, dan tenggara Xinjiang. Warga diimbau untuk memantau informasi real-time, siap mengungsi, dan menghindari area berisiko seperti lereng gunung, bantaran sungai, serta lokasi konstruksi.
Topan Noul, yang dalam bahasa Korea berarti cahaya fajar atau senja, diperkirakan terus bergerak ke daratan dengan membawa angin kencang dan curah hujan tinggi hingga Selasa. Stasiun televisi nasional CCTV melaporkan bahwa beberapa daerah, termasuk Fujian, berpotensi mengalami hujan ekstrem. Meskipun topan mulai melemah saat menjauh dari pesisir, Observatorium Hong Kong mencatat angin barat daya masih menerjang sebagian kota tersebut. Semua sinyal peringatan topan di Hong Kong telah dicabut pada Minggu malam setelah badai melintas dalam radius 80 km.
Dampak topan juga terasa pada sektor penerbangan. Bandara Hong Kong melaporkan setidaknya 350 penerbangan dibatalkan pada Minggu, dan operasional baru mulai pulih setelah pukul 18.00 waktu setempat. Maskapai seperti Singapore Airlines, Cathay Pacific, Shenzhen Airlines, dan China Southern Airlines terpaksa membatalkan 20 rute antara Singapura dengan Hong Kong dan Shenzhen. Bagi Indonesia, meski tidak ada penerbangan langsung yang disebutkan terdampak, gangguan pada hub regional seperti Hong Kong dan Singapura berpotensi mempengaruhi jadwal koneksi penumpang asal Jakarta dan Bali.
Konteks Indonesia: Sebagai negara tetangga yang kerap merasakan dampak cuaca ekstrem dari sirkulasi siklon di Asia Timur, Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan hujan intensitas tinggi di wilayah barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) biasanya memantau pergerakan siklon tropis yang dapat memicu cuaca buruk di Sumatera dan Kalimantan, meskipun Noul diperkirakan tidak langsung memasuki wilayah Indonesia.
Pakar meteorologi menilai bahwa intensitas Topan Noul yang merupakan siklon tropis ke-12 di Pasifik Barat tahun ini menunjukkan musim badai yang aktif. China sendiri telah menghadapi tiga topan dalam sebulan terakhir, menandakan tekanan pada sistem penanggulangan bencana. Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana perubahan iklim akan memperkuat frekuensi dan kekuatan badai di kawasan, serta apakah negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, perlu menyiapkan protokol mitigasi yang lebih adaptif.



