Ribuan Personel Disiagakan di GBT Surabaya Demi Laga Piala Presiden yang Aman
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 2.586 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo.
- Pengamanan melibatkan Polri, TNI, dan Pemerintah Kota Surabaya dengan pengaturan lalu lintas khusus untuk mencegah kemacetan.
- Penonton diminta waspada dan melaporkan potensi gangguan keamanan melalui call center 110.

Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya akan menjadi salah satu arena sengit Piala Presiden 2026, dan untuk memastikan laga berjalan tanpa insiden, sebanyak 2.586 personel gabungan disiagakan sejak hari pertandingan. Langkah ini tidak hanya untuk mengamankan jalannya pertandingan, tetapi juga untuk memberikan rasa aman bagi puluhan ribu penonton yang diperkirakan memadati tribun.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengungkapkan bahwa personel tersebut merupakan gabungan dari Polri, TNI, Pemerintah Kota Surabaya, Brimob, serta bantuan kendali operasi (BKO) dari sejumlah polres. Rinciannya, 1.337 anggota Polda Jawa Timur, 772 personel Polrestabes Surabaya, 224 personel TNI, dan 253 personel dari Pemkot Surabaya. Mereka disebar di titik-titik strategis, mulai dari akses masuk stadion hingga lokasi pengaturan lalu lintas.
Yang menarik, pengamanan kali ini tidak hanya berfokus di dalam stadion, tetapi juga pada arus lalu lintas di sekitarnya. Kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas yang cukup ketat: kendaraan roda empat dilarang melintas dari arah Polsek Pakal dan dialihkan melalui akses jalan tol. Sementara itu, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dari arah Pakal, namun tetap dengan pengaturan petugas di lapangan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan yang kerap terjadi sebelum dan sesudah pertandingan.
Piala Presiden sendiri bukan sekadar turnamen pramusim; ia menjadi barometer kesiapan infrastruktur dan keamanan kota dalam menggelar event olahraga skala besar. Bagi Surabaya, pengamanan GBT menjadi ujian tersendiri setelah suksesnya penyelenggaraan beberapa event sebelumnya. โKami ingin menciptakan rasa aman dan tertib selama pertandingan,โ ujar Hadi. Ia juga mengimbau penonton untuk segera melaporkan jika melihat potensi gangguan keamanan atau tindak kejahatan melalui Call Center Polrestabes Surabaya di nomor 110.
Kehadiran ribuan personel ini diharapkan mampu menekan risiko kerusuhan atau insiden lain yang sering menghantui pertandingan sepak bola di Indonesia. Meski demikian, kesadaran penonton tetap menjadi kunci. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah pengamanan seketat ini mampu menjaga sportivitas dan keamanan hingga peluit panjang berbunyi? Hanya waktu yang akan menjawab, namun persiapan matang ini setidaknya memberi sinyal positif bagi dunia olahraga nasional.



