Drama Leg Penentu: Beau Greaves Pertahankan Gelar Women's World Matchplay
Baca dalam 60 detik
- Beau Greaves mengalahkan Fallon Sherrock 6-5 dalam final Women's World Matchplay setelah pertandingan sengit hingga leg terakhir.
- Kemenangan ini merupakan yang ketiga dalam empat tahun bagi Greaves, menegaskan dominasinya di turnamen bergengsi darts putri.
- Greaves terus menorehkan sejarah, termasuk menjadi wanita pertama yang memenangkan gelar ranking PDC pada April lalu.

Pebulu tangkis dart asal Inggris, Beau Greaves, kembali menegaskan dominasinya di kancah darts putri setelah menjuarai Women's World Matchplay untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir. Dalam laga final yang menegangkan di Blackpool's Winter Gardens, Greaves mampu mengatasi tekanan dan menaklukkan Fallon Sherrock dengan skor 6-5.
Greaves yang merupakan unggulan teratas tampil tidak dalam performa terbaiknya. Ia sempat unggul 5-3, namun Sherrock bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Di leg penentu, Sherrock bahkan memulai dengan lemparan 180, namun Greaves membalas dengan maksimum yang sama, diikuti pengaturan 145 sebelum menuntaskan dengan 56 untuk memastikan kemenangan.
Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor Greaves di turnamen ini, tetapi juga menambah daftar prestasi gemilangnya. Pada April lalu, ia menjadi wanita pertama yang memenangkan gelar ranking PDC setelah mengalahkan Michael Smith. Tak hanya itu, pada Februari ia juga mencatatkan sembilan dart sempurna (nine-dart finish) di PDC ProTour, sebuah prestasi yang belum pernah diraih wanita sebelumnya.
"Saya bukan tipe yang suka merayakan, tapi kali ini saya merasa lega," ujar Greaves kepada Sky Sports. "Tekanan seperti ini adalah sebuah kehormatan. Saya tidak bermain dengan A-game, tapi bisa menang adalah hal yang luar biasa."
Bagi Sherrock, kekalahan ini menjadi yang ketiga berturut-turut di partai final turnamen yang sama. Ia tampil impresif sepanjang turnamen, hanya kehilangan satu leg sebelum final, dan mengalahkan juara bertahan Lisa Ashton di semifinal. Namun, gelar juara Women's Matchplay untuk pertama kalinya masih belum ia dapatkan.
Di Indonesia, meskipun darts belum sepopuler cabang olahraga lain, prestasi Greaves diharapkan bisa mendorong minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk menekuni olahraga yang mengandalkan akurasi dan mental baja ini. Kesuksesannya membuktikan bahwa wanita mampu bersaing di level tertinggi, sekaligus mematahkan stereotip gender dalam olahraga.
Dengan pencapaian ini, Greaves diprediksi akan terus mendominasi dunia dart putri. Pertanyaannya, mampukah Sherrock atau pemain lain mematahkan dominasinya di masa mendatang? Jawabannya hanya akan terungkap di turnamen-turnamen mendatang.



