Krisis Pelatih Timnas Italia: Pirlo Tersingkir, Perburuan Mengarah ke Conte dan Mancini
Baca dalam 60 detik
- Andrea Pirlo gagal menduduki kursi pelatih Italia karena kontroversi afiliasi dengan perusahaan judi Rusia, memaksa FIGC mencari opsi lain.
- Antonio Conte dan Roberto Mancini masuk daftar calon utama, meski status mereka sebagai mantan pelatih berpotensi menimbulkan dinamika internal.
- Raffaele Palladino, pelatih muda yang sukses bersama Atalanta, muncul sebagai kandidat kejutan dengan gaya permainan menyerang.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kembali memutar otak setelah rencana menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala mandek. Pirlo, yang sempat dianggap sebagai figur ideal untuk memimpin Gli Azzurri, justru menuai penolakan keras publik karena perannya sebagai duta global sebuah perusahaan judi asal Rusia. Kini, perburuan kandidat pun memasuki babak baru โ dengan nama-nama besar seperti Antonio Conte, Roberto Mancini, Stefano Pioli, dan Raffaele Palladino mencuat.
Kekisruhan ini bermula setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak tawaran FIGC. Direktur teknis Paolo Maldini dan penasihat khusus Leonardo kemudian mengarahkan pilihan kepada Pirlo. Namun, begitu kabar itu merebak, gelombang kritik langsung menghantam. Banyak pihak menilai kerja Pirlo dengan perusahaan betting Rusia tidak pantas bagi citra tim nasional. Tekanan publik bahkan disertai ancaman gugatan hukum jika Pirlo tetap diangkat.
FIGC pun terpaksa melirik opsi lain yang lebih aman secara politik dan reputasi. Conte dan Mancini, dua mantan pelatih Italia, disebut sebagai plan D. Dari keduanya, Mancini dinilai lebih bersemangat dan tentu lebih murah dari segi gaji. Namun, mereka takkan senang jika dianggap sebagai pelapis setelah Pirlo. Sementara itu, Stefano Pioli, yang pernah sukses bersama Maldini di AC Milan, juga masuk radar, meski kariernya sempat meredup setelah dipecat Fiorentina.
Satu nama yang menarik adalah Raffaele Palladino. Pelatih berusia 42 tahun ini dianggap memiliki filosofi sepak bola serupa Pirlo: penguasaan bola dan permainan menyerang. Palladino sukses membawa Atalanta bangkit dari zona degradasi ke posisi keenam Serie A setelah ditunjuk pada November 2025. Namun, kegagalan mencapai kesepakatan strategi jangka panjang membuatnya hengkang dari Atalanta pada musim panas ini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini penting untuk diikuti. Italia adalah salah satu tim yang memiliki basis penggemar kuat di Tanah Air, terutama setelah sukses di Piala Eropa 2020. Keputusan FIGC menunjuk pelatih baru akan berdampak langsung pada gaya bermain dan daya tarik timnas Italia di kompetisi internasional, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan datang. Selain itu, pelatih-pelatih Italia kerap menjadi panutan bagi banyak pelatih lokal.
Menurut analis sepak bola Italia, situasi ini menunjukkan betapa pentingnya aspek komersial dan moral dalam sepak bola modern. "Pirlo adalah korban dari ketidakcocokan antara peran komersial dan jabatan publik. FIGC harus mencari pelatih yang bersih dari kontroversi," ujar seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya. Di sisi lain, kembalinya Conte atau Mancini bisa memberikan stabilitas, tetapi juga berpotensi memicu perbedaan visi dengan Maldini.
Langkah FIGC selanjutnya akan menjadi sorotan. Apakah mereka akan memilih pelatih berpengalaman seperti Conte yang terkenal disiplin, atau justru memberi kesempatan kepada Palladino yang segar dan inovatif? Atau mungkin Pioli akan kembali dipanggil? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi teka-teki yang hanya akan terjawab dalam beberapa minggu ke depan.



