Komisi XII Dorong Sampah Jadi Sumber Ekonomi Baru: Stop Pola Buang-Angkut
Baca dalam 60 detik
- Anthony Smith, mantan penantang gelar UFC kelas berat ringan, ditahan di Nebraska dengan tuduhan ancaman teror, penahanan ilegal, dan kekerasan dalam rumah tangga.
- Smith, yang kalah dalam tiga pertarungan terakhirnya di UFC, kini menghadapi sidang pengadilan paling lambat Jumat pekan ini.
- Kasus ini mencoreng reputasi Smith yang juga dikenal sebagai analis UFC, sekaligus menyoroti sisi gelap olahraga tarung di luar oktagon.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menuntut perubahan fundamental dalam tata kelola sampah nasional, dari model buang-angkut yang tidak berkelanjutan menuju sistem terintegrasi yang mampu menghasilkan nilai ekonomi. Dalam Bimbingan Teknis Pengurangan Sampah di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Rabu, ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah selama ini masih bersifat proyek, bukan bagian dari sistem yang utuh.
Krisis lingkungan global, menurut Bambang, memaksa Indonesia mengubah cara pandang terhadap sampah. Timbunan sampah yang tidak dikelola dengan baik berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, sementara kenaikan suhu bumi memperparah frekuensi bencana hidrometeorologi. Ia menyoroti masih banyaknya tempat pembuangan akhir (TPA) yang menerapkan sistem open dumping, yang tidak hanya menghasilkan gas metana tetapi juga mencemari lingkungan sekitar.
Tata kelola persampahan saat ini dinilai belum terintegrasi. Sampah yang telah dipilah oleh masyarakat dari rumah sering kali kembali tercampur saat diangkut ke TPA. Akibatnya, upaya pengurangan sampah dari hulu menjadi sia-sia. Bambang mendorong penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) secara konsisten. Menurutnya, sampah plastik memiliki potensi ekonomi yang besar jika dipilah dan diolah dengan benar.
Pada kesempatan yang sama, Komisi XII menyerahkan bantuan 15 unit motor roda tiga pengangkut sampah dan alat komposter kepada masyarakat setempat. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. "Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai harus diubah menjadi sumber ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Bambang.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurai persoalan sampah sekaligus menciptakan lapangan ekonomi baru. Namun, tantangan terbesar adalah konsistensi implementasi di lapangan dan pengawasan agar sampah yang sudah dipilah tidak kembali tercampur. Akankah target penghentian open dumping dalam dua tahun tercapai tanpa perubahan sistem yang mendasar?



