Taiwan Siagakan Tim SAR untuk Jepang: Solidaritas di Tengah Gempa Kumamoto
Baca dalam 60 detik
- Taiwan menyiagakan tim pencari dan penyelamat di empat kota yang siap diberangkatkan dalam empat jam jika Jepang meminta bantuan pascagempa magnitudo 7,1 di Kumamoto.
- Menteri Dalam Negeri Taiwan, Liu Shyh-fang, menyatakan kesiapan ini sebagai bentuk hubungan erat kedua negara, dengan tim dilengkapi peralatan lengkap dan personel termasuk tenaga medis.
- Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan komitmen membantu Jepang, mengingatkan bahwa gempa besar sering diikuti gempa susulan, dan Taiwan pernah mengirim tim serupa saat gempa 2011.

Taiwan menyatakan kesiapannya mengirimkan tim pencari dan penyelamat ke Jepang dalam waktu empat jam setelah permintaan resmi diterima, menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, pada Selasa (28/7). Menteri Dalam Negeri Taiwan, Liu Shyh-fang, mengumumkan hal ini di Taipei pada Rabu (29/7), menandai solidaritas cepat antara kedua negara yang kerap berbagi risiko bencana alam.
Badan Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan telah menyelesaikan persiapan, dengan tim siaga penuh di Tainan, Hsinchu, Chiayi, dan Kaohsiungโkota yang memiliki hubungan kembar dengan Kumamoto. "Jika Jepang meminta bantuan, kami akan memulai pengiriman," ujar Liu, seraya menambahkan bahwa gempa besar seperti di Kumamoto sering diikuti gempa susulan dan, dalam beberapa kasus, gempa yang lebih besar. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi respons cepat di kawasan Cincin Api Pasifik yang rawan gempa.
Wali Kota Hsinchu, Kao Hung-an, melalui unggahan Facebook pada Selasa malam, mengonfirmasi bahwa tim SAR kotanya telah menyelesaikan pemeriksaan peralatan secara menyeluruh. Tim tersebut terdiri dari 31 personel, termasuk 29 petugas pemadam kebakaran, satu dokter, dan satu perawat, serta dilengkapi peralatan penyelamatan canggih. Kesiapan ini mencerminkan dedikasi Taiwan dalam menjalin hubungan bilateral yang erat dengan Jepang, terutama dalam situasi darurat.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, dalam unggahan di platform X, menyatakan bahwa Taiwan siap memberikan bantuan jika diperlukan. "Taiwan dan Jepang adalah sahabat sejati yang saling mendukung di masa sulit," tulisnya, menekankan ikatan historis dan kemanusiaan antara kedua pihak. Sebelumnya, Taiwan pernah mengirim tim SAR ke Jepang setelah Gempa Bumi Besar Jepang Timur 2011, yang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah Tohoku yang hancur.
Bagi Indonesia, respons cepat Taiwan ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana dan diplomasi kemanusiaan di kawasan. Sebagai negara yang juga berada di Cincin Api Pasifik, Indonesia kerap menghadapi gempa bumi dan tsunami. Kerja sama lintas batas seperti ini dapat menjadi model bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dengan negara tetangga, terutama Jepang yang juga merupakan mitra strategis dalam penanganan bencana. Ke depan, apakah Indonesia akan mengikuti jejak Taiwan dengan menyiagakan tim SAR untuk potensi bencana di kawasan? Pertanyaan ini relevan mengingat frekuensi gempa di Indonesia yang tinggi dan perlunya solidaritas regional.



