Jamie Campbell Bower Ungkap Satu Permintaan Soal Kaki Vecna di Stranger Things
Baca dalam 60 detik
- Aktor Jamie Campbell Bower meminta prostetik kaki Vecna dibuat lebih 'taktil' pada musim kelima Stranger Things.
- Desain kaki Vecna akhirnya tetap menggunakan CGI penuh, bukan prostetik fisik seperti yang diharapkan.
- Proses rias dan efek visual Vecna di musim 5 lebih efisien, mengurangi waktu duduk aktor di kursi rias dari 6 jam menjadi 3 jam.

Perubahan kecil pada karakter fiksi bisa menjadi obsesi besar bagi aktor yang memerankannya. Jamie Campbell Bower, yang memerankan Vecna di serial Stranger Things, baru-baru ini mengungkapkan satu hal yang ingin ia ubah dari penampilan sang antagonis: kaki.
Dalam panel Brave Warriors yang digelar Entertainment Weekly di San Diego Comic-Con 2026, Bower menceritakan bahwa setelah musim keempat, ia mendiskusikan dengan desainer prostetik Barrie Gower soal kemungkinan perbaikan. Sang aktor meminta agar kaki Vecna dibuat lebih "taktil" atau memiliki tekstur yang lebih terasa nyata. "Sepatu adalah masalah besar karena memengaruhi cara berjalan. Saya selalu fokus pada itu," ujar Bower.
Namun, permintaan itu tidak terwujud seperti yang dibayangkan. Pada musim kelima yang juga menjadi musim terakhir, kaki Vecna justru sepenuhnya menggunakan CGI, termasuk jari-jari kakinya. "Ternyata di season 5, bahkan jari kaki saya adalah CG, jadi tidak ada alasan untuk khawatir. Tapi itu yang saya inginkan," kata Bower sambil tertawa.
Di balik layar, perubahan desain Vecna juga mengubah rutinitas kru rias. Barrie Gower, perancang prostetik, menjelaskan bahwa pada musim keempat, tim rias harus bekerja mulai pukul 1 atau 2 subuh untuk menyiapkan Bower pada pukul 8 pagi. Hari syuting bisa berlangsung 10-12 jam, ditambah dua jam untuk membongkar riasan di malam hari. Kelelahan menjadi tantangan, sehingga asisten sutradara pertama Tudor Jones—yang kini menjadi produser musim kelima—menjadwalkan syuting secara cerdas: Jamie tidak pernah syuting dua hari berturut-turut.
Pada musim kelima, pendekatan berubah. Vecna tampil lebih ramping dengan kerusakan yang lebih parah, sehingga CGI lebih dominan. "Kami menggunakan bahan dan prosedur cetakan yang berbeda. Waktu rias maksimal tiga jam, dan dia lebih mudah ke kamar kecil musim ini," ujar Gower. Proses penghapusan rias pun hanya membutuhkan tiga orang selama 45 menit hingga satu jam, termasuk membersihkan dengan handuk panas.
Bagi penggemar Stranger Things di Indonesia, perjuangan aktor di balik kostum ikonik semacam ini mungkin mengingatkan pada produksi lokal yang juga mengandalkan prostetik dan CGI, seperti dalam film horor atau drama sejarah. Dedikasi Bower dan tim rias menjadi contoh betapa detail kecil—bahkan ujung jari kaki—dapat menjadi perhatian serius dalam produksi serial global.
Dengan berakhirnya Stranger Things, pertanyaan selanjutnya adalah: akankah Vecna kembali dalam bentuk lain di proyek masa depan? Atau justru CGI dan prostetik akan semakin berpadu untuk menciptakan karakter yang lebih realistis? Yang jelas, Bower telah meninggalkan jejak taktil—atau setidaknya digital—di hati penonton.



