McLaren Raih Pole di Hungaria, Bos Tim: Kami Tak Menyangka
Baca dalam 60 detik
- Lando Norris jadi pembalap non-Mercedes pertama musim ini yang merebut pole position, mengungguli Ferrari dengan selisih 0,012 detik di Hungaroring.
- Andrea Stella mengakui hasil ini di luar ekspektasi tim, meski perangkat terbaru mulai menunjukkan performa; ia tetap menyebut Ferrari sebagai favorit balapan.
- Penalti yang menjatuhkan Hamilton dan Antonelli mengubah susunan grid, membuat start menjadi krusial di sirkuit yang sulit untuk menyalip.

Lando Norris membuktikan diri sebagai pembalap non-Mercedes pertama musim ini yang merebut pole position, setelah menaklukkan sesi kualifikasi Grand Prix Hungaria dengan catatan waktu 0,012 detik lebih cepat dari Lewis Hamilton. Kejutan ini membuat kepala tim McLaren, Andrea Stella, mengaku tidak menduga bahwa upgrade terbaru mampu membawa mobil mereka ke puncak grid. Namun, ia segera mengingatkan bahwa Ferrari masih menjadi ancaman utama pada balapan Minggu nanti.
Norris, yang merupakan juara dunia bertahan, tampil gemilang di lintasan Hungaroring yang terkenal sempit dan sulit untuk menyalip. Keberhasilannya menjadi pole position adalah yang pertama bagi McLaren musim ini, sekaligus memutus dominasi Mercedes yang sebelumnya selalu menguasai sesi kualifikasi. Namun, euforia tim sedikit terusik oleh penalti yang diterima Hamilton karena menghalangi laju pembalap lain, sehingga ia turun ke posisi kelima. Hal ini menguntungkan rekan setim Hamilton, Charles Leclerc, yang naik ke barisan depan.
Stella kepada Sky Sports menyebut hasil ini sebagai kejutan yang menyenangkan. "Kami melakukan upgrade di sini dan melihatnya bekerja dengan baik. Kami menambah beberapa persepuluh detik pada kecepatan mobil, tapi tidak pernah membayangkan itu cukup untuk merebut pole," katanya. Namun, ia tetap realistis: "Secara jujur, Ferrari tetap favorit. Bahkan di kualifikasi, mereka tidak menunjukkan performa terbaik pada percobaan kedua, jadi saya pikir mereka menyimpan sedikit potensi. Kami mengambil indikasi positif dari hasil ini, tapi masih banyak pekerjaan rumah untuk bisa konsisten berada di posisi seperti hari ini."
Norris sendiri mengaku "sangat terkejut" bisa kembali ke pole. Ia memuji kerja keras tim dalam mengembangkan mobil. "Mobil tampil sangat baik, dan tim melakukan pekerjaan brilian dengan upgrade baru. Kami pasti tidak akan sampai di sini tanpanya. Meski putaran terakhir saya di Q3 tidak sempurna, kami memiliki kecepatan saat dibutuhkan," ujarnya. Meski begitu, ia tidak meremehkan ancaman Ferrari yang telah memenangi dua dari empat balapan terakhir dan dikenal memiliki start yang agresif.
Keputusan Ferrari untuk menggunakan ban medium di Q1 menyisakan pertanyaan strategi ban saat balapan. Norris menambahkan, "Mereka cepat sepanjang musim, jadi saya masih memperkirakan balapan yang sulit. Menarik untuk melihat ban apa yang akan mereka gunakan saat start." Sirkuit Hungaroring yang berliku membuat posisi start sangat berpengaruh, sehingga taktik awal akan menjadi kunci.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, musim ini menyajikan persaingan yang semakin ketat antara Ferrari, McLaren, dan Mercedes. Dengan performa upgrade McLaren yang mulai terbukti, pembalap Indonesia atau Asia Tenggara mungkin bisa berharap lebih banyak kejutan di sisa musim. Namun, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah bagi McLaren untuk bisa bersaing memperebutkan gelar konstruktor.
Balapan GP Hungaria akan berlangsung Minggu siang waktu setempat. Pertanyaannya, dapatkah Norris mengonversi pole menjadi kemenangan dan memutus dominasi Ferrari dalam dua seri terakhir? Ataukah strategi ban dan start yang baik dari Ferrari akan kembali membawa mereka ke podium tertinggi?



