Leeds Incar Carlos Espi: Striker Muda Levante yang Lebih Tajam dari Calvert-Lewin
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengalihkan fokus ke Carlos Espi setelah merekrut James Trafford, dengan klausul rilis €25 juta.
- Espi mencetak 11 gol tanpa penalti dari xG 7,58 musim lalu, jauh lebih klinis dibanding Calvert-Lewin yang underperform.
- Jika jadi direkrut, pemain 21 tahun itu bisa menjadi suksesor jangka panjang sekaligus ancaman langsung bagi posisi Calvert-Lewin.

Leeds United tengah mempersiapkan diri untuk bursa transfer musim panas dengan incaran baru di lini depan: Carlos Espi, penyerang muda Levante yang diyakini bisa menjadi ancaman serius bagi posisi Dominic Calvert-Lewin di Elland Road. Klub asuhan Daniel Farke ini baru saja menyelesaikan transfer rekor kiper James Trafford senilai lebih dari £40 juta, dan kini mengarahkan perhatian pada pemain berusia 21 tahun itu untuk menambah daya gedor.
Keputusan Leeds mencari penyerang tambahan tak terlepas dari performa Lukas Nmecha yang kurang meyakinkan sebagai pelapis Calvert-Lewin musim lalu. Nmecha hanya mencetak empat gol non-penalti dalam 31 penampilan Premier League, sementara Calvert-Lewin unggul dengan tujuh gol non-penalti lebih banyak serta kemenangan duel yang lebih baik. Namun, kedua pemain sama-sama underperform sebagai finisher—Calvert-Lewin bahkan mencatatkan xG lebih rendah dari gol yang seharusnya ia cetak.
Di sinilah Carlos Espi muncul sebagai solusi. Menurut laporan Graham Smyth dari Yorkshire Evening Post, Leeds telah memasukkan nama Espi ke dalam daftar incaran, meski belum ada negosiasi resmi. Klub Spanyol itu memasang klausul rilis €25 juta (£21 juta) untuk pemain yang musim lalu tampil gemilang di LaLiga. Espi mencetak 11 gol hanya dari 7,58 xG—artinya ia jauh lebih klinis dari yang diperkirakan—tanpa satu pun dari titik penalti. Sebagai perbandingan, Calvert-Lewin underperform hampir dua gol terhadap xG-nya di Premier League.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Leeds ini menarik karena menunjukkan agresivitas klub promosi dalam merekrut talenta muda dari LaLiga. Jika jadi terwujud, Espi tidak hanya akan menjadi kompetitor langsung Calvert-Lewin, tetapi juga investasi masa depan. Ia telah membuktikan konsistensi dengan enam gol di LaLiga 2 musim sebelumnya sebelum melesat di kasta tertinggi Spanyol.
Namun, tantangan terbesar adalah adaptasi Espi ke Premier League yang lebih cepat dan fisik. Leeds berharap ketajamannya bisa menular ke seluruh tim, mengingat musim lalu mereka kesulitan memaksimalkan peluang. Dengan jendela transfer yang akan ditutup September, keputusan cepat diperlukan agar klub tidak kehilangan target utama.
Pertanyaan besarnya: mampukah Espi mempertahankan efisiensi luar biasanya di Inggris? Jika ya, Leeds akan mendapatkan penyerang dengan naluri gol langka yang bisa membawa mereka bersaing di papan atas.



