Naomi Watts Puji Putra Sulungnya yang 'Ilahi dan Petualang' di Usia ke-19
Baca dalam 60 detik
- Naomi Watts merayakan ulang tahun ke-19 Sasha dengan unggahan Instagram yang menyentuh, memujinya sebagai pribadi ilahi dan petualang.
- Hubungan dengan mantan pasangan Liev Schreiber tetap harmonis demi anak, menjadi contoh co-parenting di Hollywood.
- Pengakuan imposter syndrome Watts menyoroti tekanan psikologis yang juga dialami figur publik Indonesia.

Aktris Naomi Wattas, yang dikenal lewat film The Impossible dan Mulholland Drive, menyapa putra sulungnya Sasha Schreiber yang genap berusia 19 tahun pada akhir pekan lalu. Lewat unggahan di Instagram, Watts membagikan potret selfie Sasha dengan latar matahari terbenam, menyebutnya sebagai anak yang 'ilahi dan petualang'.
Dalam keterangan foto yang diunggah Minggu (23/7), Watts menulis, "Selamat ulang tahun untuk putraku yang ilahi, petualang, dan penuh cinta. Aku sangat bangga padamu." Sasha adalah anak pertama Watts bersama mantan pasangannya, aktor Liev Schreiber. Pasangan ini juga memiliki seorang putri, Kai, yang kini berusia 17 tahun.
Watts dan Schreiber mengakhiri hubungan selama 11 tahun pada 2016, namun keduanya berkomitmen menjaga hubungan baik demi anak-anak. Dalam wawancara dengan Net-a-Porter pada 2019, Watts mengaku bangga dengan cara mereka mengasuh anak bersama. "Kami menjadikan prioritas utama untuk bersikap baik dan penuh kasih satu sama lain," ujarnya. Pendekatan co-parenting ini jarang ditemui di kalangan selebriti, termasuk di Indonesia, di mana perceraian seringkali meninggalkan konflik berkepanjangan.
Di Indonesia, fenomena co-parenting juga mulai diterapkan oleh beberapa figur publik. Namun, tidak sedikit yang masih berjuang menjaga keharmonisan demi tumbuh kembang anak. Contoh Watts dan Schreiber bisa menjadi inspirasi bahwa perceraian tidak harus merusak hubungan orang tua dan anak. Psikolog anak dari Universitas Indonesia, Dr. Retno Dewi, menilai bahwa konsistensi dan komunikasi terbuka adalah kunci keberhasilan co-parenting. "Yang terpenting adalah anak merasa dicintai dan didukung oleh kedua orang tuanya, tanpa harus terjebak dalam konflik," ujarnya.
Pada Oktober lalu, Watts menerima bintang di Hollywood Walk of Fame. Saat itu, Sasha yang tengah menempuh pendidikan di University of Southern California (USC) datang langsung dari kelas untuk mendukung ibunya. Watts memuji Sasha sebagai pemuda paling baik dan karismatik. Dalam kesempatan yang sama, Watts juga mengakui perjuangannya melawan imposter syndrome. "Aku selalu merasa harus membuktikan diri, jadi penghargaan ini datang begitu tiba-tiba," tuturnya kepada Variety. Pengakuan ini relevan dengan tekanan yang kerap dihadapi selebriti Indonesia, seperti penyanyi atau aktris yang merasa tidak layak atas kesuksesan mereka.
Ke depannya, Watts tampaknya akan terus menyeimbangkan karier dan perannya sebagai ibu. Dengan anak-anak yang semakin dewasa, ia mungkin akan lebih leluasa mengejar proyek film baru. Namun, satu hal yang pasti: hubungan hangat dengan Sasha dan Kai akan tetap menjadi prioritas. Pertanyaannya, mampukah para selebriti Indonesia meniru model co-parenting yang sehat seperti Watts dan Schreiber?



