Thailand Siaga Banjir Bandang Lima Hari, Imbau Wisatawan Indonesia Waspada
Baca dalam 60 detik
- Departemen Meteorologi Thailand mengeluarkan peringatan keempat hujan lebat hingga sangat lebat pada 26-30 Juli, meningkatkan risiko banjir bandang di sejumlah provinsi.
- Palung monsun dan angin muson barat daya yang menguat menyebabkan gelombang tinggi di Laut Andaman dan Teluk Thailand, dengan kapal kecil dilarang melaut.
- Badai Tropis Noul diperkirakan menghantam Guangdong, China, tanpa dampak langsung ke Thailand, namun pelancong Indonesia ke China diminta memantau kondisi.

Bangkok โ Peringatan cuaca ekstrem dikeluarkan Departemen Meteorologi Thailand (TMD) untuk periode 26 hingga 30 Juli, dengan ancaman hujan sangat lebat yang berpotensi memicu banjir bandang di kawasan pemukiman dan jalur wisata. Imbauan ini menjadi perhatian bagi ribuan wisatawan Indonesia yang tengah menikmati liburan panjang di negeri Gajah Putih.
Dalam peringatan keempat yang dirilis Jumat (25/7) pukul 05.00 waktu setempat, TMD menyebutkan bahwa palung monsun akan melintasi wilayah utara dan timur laut Thailand. Bersamaan dengan itu, angin muson barat daya di Laut Andaman dan Teluk Thailand mengalami penguatan, menyebabkan akumulasi curah hujan tinggi di daerah lereng bukit, dataran rendah, dan dekat aliran sungai. Masyarakat setempat diminta waspada terhadap aliran puing yang deras (forest run-off) yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan warga lokal, tetapi juga berpotensi mengganggu mobilitas wisatawan. Thailand merupakan salah satu destinasi favorit pelancong Indonesia, terutama kawasan Pattaya, Phuket, dan Bangkok yang termasuk dalam zona terdampak. Data Kementerian Pariwisata Thailand mencatat lebih dari 1,2 juta wisatawan Indonesia berkunjung pada 2024, dan angka tersebut diperkirakan meningkat pada musim liburan pertengahan tahun ini.
Selain banjir, TMD juga memperingatkan kondisi laut yang berbahaya. Gelombang di Laut Andaman bagian atas diperkirakan mencapai 2โ3 meter, dan bisa melampaui 3 meter saat terjadi badai petir. Di Teluk Thailand atas dan Laut Andaman bawah, tinggi gelombang sekitar 2 meter dengan potensi lebih besar saat badai. Pelaut dan nelayan diimbau untuk tidak berlayar, dan kapal-kapal kecil di Laut Andaman atas harus tetap di darat selama periode peringatan.
Sementara itu, Badai Tropis Noul yang terpantau di Laut China Selatan bagian atas diperkirakan akan mendarat di Provinsi Guangdong, China pada 26 Juli. Meskipun badai ini tidak bergerak menuju Thailand, TMD menyarankan wisatawan yang berencana bepergian ke China untuk memeriksa kondisi cuaca sebelum berangkat. Imbauan ini relevan bagi pelancong Indonesia yang kerap menjadikan Thailand sebagai transit menuju China atau sebaliknya.
Menurut analis meteorologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pola cuaca ekstrem di Thailand dan kawasan Asia Tenggara saat ini dipengaruhi oleh aktivitas monsun yang juga berdampak pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia. Meskipun tidak terkait langsung, masyarakat Indonesia yang sedang berada di Thailand disarankan untuk memantau informasi resmi dari TMD dan menghubungi kedutaan jika diperlukan evakuasi.
Dari sudut pandang domestik, peringatan ini mengingatkan bahwa musim hujan di Indonesia juga tengah memasuki puncaknya di sejumlah daerah. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan serupa untuk wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Bagi wisatawan Indonesia, penting untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum dan selama perjalanan, serta mempersiapkan jalur evakuasi alternatif jika berada di zona rawan banjir.
Ke depan, TMD akan terus memperbarui peringatan jika kondisi semakin memburuk. Pertanyaan yang muncul: apakah infrastruktur pariwisata Thailand, seperti bandara dan hotel, siap menghadapi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem? Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI diimbau untuk segera menerbitkan travel advisory bagi warga negara Indonesia yang berada di Thailand, mengingat masih ada libur panjang hingga akhir Juli.



