Bentrok di Tepi Barat Tewaskan Empat Palestina dan Satu Warga Israel: Eskalasi Kekerasan Pemukim
Baca dalam 60 detik
- Bentrokan di desa Tal, Nablus, menewaskan empat warga Palestina dan satu warga Israel, memperpanjang rentetan kekerasan pemukim di Tepi Barat.
- Serangan pemukim Israel terhadap desa-desa Palestina meningkat tajam sejak awal tahun, dengan 87 korban jiwa Palestina sejauh ini, 21 di antaranya tewas oleh pemukim.
- Menteri Keuangan garis keras Israel menyerukan pengosongan desa Palestina dan pendirian permukiman baru, sementara tentara Israel bersiap melakukan operasi kontraterorisme skala besar.

Empat warga Palestina dan seorang warga Israel tewas dalam bentrok di dekat desa Tal, Tepi Barat, pada Jumat (24/7), insiden terbaru yang menambah eskalasi kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan. Peristiwa ini terjadi saat serangan pemukim terhadap desa-desa Palestina kian intensif, sebagaimana dicatat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurut militer Israel, sekelompok warga sipil Israel yang sedang mendaki di kawasan Area Aโwilayah yang secara resmi dilarang dimasuki warga Israel karena berada di bawah kendali Otoritas Palestinaโdilaporkan diserang. Dalam insiden tersebut, seorang pria Palestina dilaporkan merebut senjata dari personel keamanan Israel di permukiman Havat Gilad dan melepaskan tembakan, melukai beberapa warga Israel sebelum akhirnya tewas. Militer Israel mengklaim empat warga Palestina tewas dalam baku tembak. Sementara itu, pejabat Palestina setempat menyatakan sekelompok besar pemukim Israel berusaha membobol dua rumah di desa Tal dan dihadang oleh penduduk desa yang keluar untuk melawan.
Militer Israel langsung memasang blokade jalan di sekitar Tal dan Nablus, serta membatalkan cuti personel. Dalam pernyataannya, militer menyebut akan melakukan "operasi kontraterorisme ekstensif di sektor tersebut". Menteri Keuangan garis keras Bezalel Smotrich bahkan menyerukan pengosongan desa-desa Palestina di sekitar lokasi dan pendirian permukiman baru. "Ini adalah jawaban Zionis yang tepat terhadap teroris dan terorisme, serta keinginan untuk merusak cengkeraman kita di wilayah negara kita," ujarnya. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dikabarkan telah menggelar rapat penilaian keamanan bersama menteri pertahanan dan kepala staf militer.
Dalam insiden terpisah di hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina melaporkan pemukim Israel menyerang sebuah desa dekat Qalqilya, melukai dua orang serta membakar pohon dan mobil. Militer Israel belum berkomentar mengenai peristiwa itu. Essam Saifi, tokoh lokal partai Fatah dari Tal, menuturkan kepada Reuters bahwa sekitar 25 hingga 30 pemukim mula-mula menyerang bagian timur desa dan berusaha membobol dua rumah. Saat penduduk keluar menghadapi, para pemukim melepaskan tembakan sebelum pergi. Setengah jam kemudian mereka kembali dan menyerang bagian barat desa, memicu baku tembak kacau yang melibatkan militer Israel.
Bagi Indonesia, yang secara konsisten mengecam pendudukan Israel dan kekerasan pemukim, insiden ini kembali mengingatkan pada pentingnya tekanan internasional. Pemerintah Indonesia selama ini aktif dalam forum PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mendesak perlindungan warga Palestina. Eskalasi yang terjadi jelang pemilu Israel berpotensi memperkeruh situasi politik dan memperkuat seruan boikot terhadap produk permukiman. Pertanyaannya, sejauh mana komunitas internasional mampu menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang di Tepi Barat?



