Michael J. Fox: Kembali Berakting Perpanjang Hidup Saya
Baca dalam 60 detik
- Aktor veteran Michael J. Fox mengungkapkan bahwa keputusannya kembali berakting di serial 'Shrinking' telah memberikan dampak positif pada kesehatannya, memperpanjang hidup di tengah perjuangan melawan Parkinson.
- Setelah pensiun pada 2020 karena gangguan bicara, Fox justru menemukan makna baru dengan menerima keterbatasan dan membiarkan penyakitnya menentukan batas kemampuannya.
- Fox berharap dapat kembali ke musim keempat 'Shrinking' dan menilai akting sebagai terapi yang membuat hidupnya tetap menarik dan bermakna.

Michael J. Fox, aktor yang dikenal lewat trilogi Back to the Future, menyatakan bahwa kembalinya ia ke dunia akting telah secara signifikan memperpanjang usianya. Di tengah perjuangan melawan penyakit Parkinson yang didiagnosis sejak awal 1990-an, keputusan untuk kembali tampil di serial Shrinking disebut sebagai titik balik yang memberinya semangat baru.
Fox pensiun pada 2020 karena gangguan bicara yang semakin tidak dapat diandalkan. Namun, pada 2023 ia membuat kejutan dengan bergabung di musim ketiga Shrinking, sebuah drama komedi besutan Apple. Menurut pengakuannya kepada The Hollywood Reporter, akting telah membuat hidupnya lebih menarik dan memberinya alasan untuk terus bertahan. "Ini benar-benar memperpanjang hidup saya dan membuat hidup saya menarik dengan cara yang tidak saya kira akan sampai ke titik ini," tuturnya.
Meski menghadapi keterbatasan fisik, Fox mengambil pendekatan filosofis. Ia tidak menolak kenyataan bahwa Parkinson akan menentukan apa yang bisa dan tidak bisa ia lakukan. "Saya tidak pensiun dari akting, tetapi jika saya tidak berakting lagi, itu karena alasan yang sangat baik. Saya membiarkan Parkinson mengambil keputusan untuk saya," ujarnya kepada The Hollywood Reporter. Sikap ini menunjukkan adaptasi kreatif: ia mengakui bahwa ada kalanya ia tidak bisa tampil, namun ia memilih untuk tetap hadir dan menyesuaikan diri di lokasi syuting.
Kisah Fox tidak hanya relevan bagi industri hiburan global, tetapi juga memberikan cerminan bagi para penggiat seni di Indonesia yang menghadapi tantangan kesehatan serupa. Meski prevalensi Parkinson di Indonesia belum setinggi di negara maju, kesadaran akan penyakit ini terus bertumbuh. Yayasan yang didirikan Fox menjadi contoh bagaimana seorang figur publik bisa mengubah penderitaan pribadi menjadi gerakan sosial yang berpengaruh. Di Tanah Air, beberapa aktor dan komedian juga terbuka mengenai kondisi kesehatan mereka, dan inspirasi dari Fox dapat mendorong lebih banyak tokoh untuk tidak menyerah pada keterbatasan.
Ke depan, Fox menegaskan komitmennya untuk kembali ke musim keempat Shrinking. Ia menyebut pengalaman bekerja dengan tim produksi dan para aktor lain sebagai sesuatu yang sangat berarti. "Saya sangat mencintai Bill [Lawrence, kreator] dan saya senang acara ini sukses. Ini adalah waktu yang luar biasa bersama para aktor itu. Sangat penting bagi saya untuk memiliki itu," katanya kepada People. Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah ia terus mempertahankan dedikasinya di tengah progresi penyakit? Jawabannya mungkin ada pada semangat yang ia tunjukkan selama ini: bahwa akting bukan sekadar profesi, melainkan terapi yang memperpanjang hidup.



