Eric Roberts Absen di Pernikahan Emma, Cinta Tak Pernah Pudar
Baca dalam 60 detik
- Eric Roberts mengonfirmasi tidak menghadiri pernikahan putrinya Emma Roberts dengan Cody John di Idaho.
- Meski absen, ia menegaskan cintanya lewat pernyataan ke media, sementara publik terus menyoroti jarak hubungan mereka.
- Emma Roberts sebelumnya blak-blakan soal stigma nepo baby dan tekanan membuktikan diri di Hollywood.

Eric Roberts, aktor kawakan Hollywood, secara terbuka mengakui bahwa dirinya tidak hadir dalam pernikahan putrinya, Emma Roberts, yang digelar akhir pekan lalu di Idaho. Meski begitu, ia menegaskan kasih sayangnya tak pernah luntur. Pernyataan ini sekaligus membuka kembali tabir hubungan rumit antara sang ayah dan anak yang telah lama menjadi sorotan media.
Dalam wawancara dengan Page Six, Eric mengatakan, “Saya mencintai putri saya, dulu, sekarang, dan selamanya. Ia berhak merayakan dengan cara apa pun dan dengan siapa pun yang ia inginkan.” Emma, 35 tahun, menikah dengan aktor Cody John dalam upacara terbuka yang dihadiri oleh keluarga besar dari pihak ibu, termasuk sang bibi, Julia Roberts, dan suaminya Danny Moder. Kehadiran Julia semakin menegaskan jarak yang tercipta antara Eric dan Emma.
Hubungan ayah-anak ini memang sudah lama dianggap rumit oleh publik. Eric sendiri, dalam wawancara sebelumnya dengan Really Famous, membantah anggapan itu. “Kelihatannya rumit hanya dari mata luar, karena mereka tidak mengerti sama sekali. Jadi mereka punya tafsiran sendiri,” ujarnya. Namun, absennya Eric dari momen penting seperti pernikahan kembali memicu pertanyaan tentang dinamika keluarga mereka.
Di balik drama keluarga, Emma Roberts sebelumnya juga angkat bicara tentang tantangan menjadi bagian dari keluarga selebriti. Dalam podcast Table for Two, ia mengungkap bahwa publik cenderung hanya melihat kesuksesan, bukan penolakan yang ia alami. “Orang hanya melihat saat kamu ada di poster film. Mereka tidak melihat semua penolakan di sepanjang jalan,” katanya. Ia menekankan pentingnya membuka suara tentang perjuangan di balik layar agar tidak terkesan segalanya mudah dan linier.
Fenomena nepo baby—istilah untuk anak selebriti yang dianggap mendapat jalan pintas—telah lama menjadi perdebatan. Emma mengakui ada dua sisi mata uang: di satu sisi, memiliki koneksi keluarga memberi keuntungan awal; di sisi lain, ia harus bekerja ekstra untuk membuktikan diri. “Jika orang punya pengalaman buruk dengan anggota keluargamu, kamu tidak akan pernah mendapat kesempatan,” tambahnya.
Konteks serupa juga terjadi di industri hiburan Indonesia. Anak-anak artis besar seperti Raffi Ahmad, Atta Halilintar, dan lainnya kerap menghadapi stigma serupa. Mereka dianggap mudah sukses karena nama orangtua, namun tak sedikit yang justru mendapat tekanan lebih besar untuk tampil sempurna. Fenomena ini mengingatkan bahwa di balik gemerlap popularitas, ada beban membuktikan identitas sendiri—sebuah ironi yang universal.
Ke depan, absennya Eric Roberts dari pernikahan Emma mungkin akan terus menjadi topik hangat. Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana setiap keluarga selebriti mendefinisikan kembali makna dukungan dan cinta di tengah sorotan publik. Apakah jarak fisik selalu berarti renggangnya hati? Ataukah publik yang terlalu cepat menghakimi?



