Kelly Ripa Absen Akibat Operasi Gusi, Suami Beberkan Pantangan Pasca-Prosedur
Baca dalam 60 detik
- Pembawa acara Kelly Ripa absen dari Live with Kelly and Mark usai menjalani operasi cangkok gusi yang dianggap cukup menyakitkan.
- Mark Consuelos, suami sekaligus rekan bawanya, mengungkap sederet larangan selama masa pemulihan, termasuk tidak boleh bicara dan makan makanan lunak.
- Prosedur ini menyoroti pentingnya perawatan gusi, sejalan dengan meningkatnya kesadaran kesehatan gigi di kalangan masyarakat Indonesia.

Kelly Ripa, pembawa acara populer Live with Kelly and Mark, untuk sementara harus absen dari layar kaca setelah menjalani operasi cangkok gusi (gum graft surgery). Suaminya, Mark Consuelos, yang juga menjadi rekan bawanya, mengonfirmasi bahwa prosedur tersebut membuat Ripa harus menahan rasa sakit yang luar biasa.
Dalam segmen yang diisi oleh bintang tamu Kevin Jonas, Mark menjelaskan bahwa Ripa tidak bisa hadir karena sedang dalam masa pemulihan. "Kelly mengirimkan salamnya," ujar Mark. Ia kemudian membeberkan daftar pantangan yang harus dijalani istrinya: tidak boleh berbicara, hanya boleh mengonsumsi makanan lunak, dilarang menggunakan sedotan, dan tidak diperkenankan menarik bibir untuk memeriksa area yang dioperasi. "Tadi malam dia bertanya, 'Bisa lihat?' Saya jawab, 'Saya tidak akan menarik bibirmu,'" cerita Mark.
Operasi cangkok gusi bertujuan mengatasi gusi tipis atau resesi gusi yang dapat meningkatkan risiko penyakit gusi parah. Mark mengungkapkan bahwa dokter gigi Ripa sebenarnya telah menyarankan prosedur ini lima tahun lalu. "Dia berkata, 'Saya tidak tahu saya masih akan tampil di TV dalam lima tahun.' Tapi sekarang dia menjalaninya dan pemulihannya berjalan baik, hanya saja dia tidak boleh bicara," jelas Mark. Menariknya, Ripa selama ini dikenal tahan terhadap rasa sakit; ia bahkan kerap tidak menggunakan bius saat ke dokter gigi. Namun, operasi kali ini disebutnya sangat menyakitkan. "Biasanya dia tidak merasa sakit, tapi yang ini sakit. Jadi saya tahu ini serius," tambah Mark.
Kisah cemburu Mark juga sempat mencuat. Dalam podcast Let's Talk Off Camera, Ripa menceritakan insiden di minggu pertama pernikahan mereka. Saat mengunjungi Mark yang sedang bekerja di Boston, mereka makan di restoran Italia. Seorang pelayan tua memanggilnya "principessa" (putri). Ripa mengaku tersanjung dan memesan dengan senyum lebar. Mark, yang melihat dari kejauhan, langsung cemburu dan memicu pertengkaran. "Dia sangat cemburu di awal pernikahan kami," ujar Ripa.
Bagi pemirsa Indonesia, kisah ini mengingatkan bahwa kesehatan gusi seringkali terabaikan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan mayoritas penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut, namun hanya sedikit yang menjalani perawatan periodontal. Prosedur cangkok gusi sendiri tergolang langka di Tanah Air, meski klinik gigi modern mulai menawarkannya. Dengan pemulihan yang memakan waktu beberapa minggu, Ripa kemungkinan akan kembali ke acaranya dalam waktu dekat. Pertanyaannya, apakah pengalaman ini akan mendorong lebih banyak orang untuk memeriksakan gusinya secara rutin?



