Maya Jama Bersiap Kembali ke Layar Kaca: Netflix Incar Pembaruan ‘The Gentlemen’
Baca dalam 60 detik
- Netflix dikabarkan mempertimbangkan Maya Jama untuk musim baru serial drama Guy Ritchie, The Gentlemen, setelah penampilannya dalam trailer menuai perhatian.
- Keterlibatan di serial ini dinilai menjadi batu loncatan bagi presenter Love Island itu untuk menembus pasar hiburan Amerika Serikat.
- Di balik sorotan kamera, Maya Jama mengaku kariernya kerap diremehkan karena penampilan fisik, namun ia teguh membuktikan kerja kerasnya.

Netflix kembali mengamati presenter dan bintang TV asal Inggris, Maya Jama, sebagai kandidat kuat untuk tampil di musim baru serial drama garapan Guy Ritchie, The Gentlemen. Meski perannya dalam musim perdana belum terlalu besar, penampilan Maya di trailer dinilai berhasil mencuri perhatian eksekutif platform streaming tersebut.
Seorang sumber yang dekat dengan produksi menyebutkan bahwa The Gentlemen bisa menjadi titik balik signifikan dalam karier wanita 31 tahun itu. “Penampilannya cukup impresif meski bukan peran utama. Namun, situasi itu mungkin segera berubah karena Netflix mulai meliriknya untuk musim berikutnya,” ujar sumber tersebut kepada The Sun. Serial ini sendiri tercatat sebagai salah satu tayangan orisinal Netflix paling sukses dalam beberapa tahun terakhir.
Daya tarik The Gentlemen juga diyakini mampu membuka pintu bagi Maya untuk menembus pasar Amerika Serikat. “Penonton AS sangat menyukai tayangan seperti ini—seksi dan khas Inggris, persis seperti Maya sendiri,” tambah sumber itu. Langkah ini sejalan dengan ambisi Maya yang sejak remaja sudah bertekad membangun karier di industri hiburan.
Di tengah sorotan, Maya Jama tidak menutupi perjuangan yang ia lalui. Dalam wawancara dengan The Guardian, ia mengaku tumbuh di lingkungan yang tidak mendukung—secara statistik, latar belakangnya tidak ideal untuk meraih kesuksesan seperti sekarang. “Saya sangat fokus sejak remaja. Kondisi masa kecil saya membuat saya semakin bertekad membuktikan bahwa semua orang salah,” kenangnya.
Presenter kelahiran Bristol itu juga menegaskan bahwa kesuksesannya bukanlah hadiah gratis. Ia kerap merasa orang-orang meremehkan pencapaiannya karena hubungan asmara atau penampilan fisik. “Saya tahu seberapa keras saya bekerja,” tegas Maya.
Kisah Maya Jama mengingatkan pada dinamika industri hiburan di Indonesia, di mana presenter atau artis muda juga kerap menghadapi stereotip bahwa popularitas diperoleh melalui faktor fisik atau hubungan pribadi. Fenomena ini menunjukkan bahwa perjuangan membangun reputasi profesional tetap relevan lintas negara.
Melihat tren Netflix yang kerap memperpanjang kontrak pemain pendukung yang menonjol, pertanyaan selanjutnya adalah: apakah Maya Jama akan menjadi bintang tetap di jagat The Gentlemen sekaligus ikon baru di layar kaca Amerika? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti—ambisinya tidak akan surut.



