PM Malaysia Beri Ultimatum Sebulan Atasi Krisis Pekerja Asing di Restoran Mamak
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Anwar Ibrahim memberikan tenggat satu bulan kepada kementerian untuk menyelesaikan kekurangan pekerja asing di sektor restoran mamak.
- Pemerintah Malaysia menegaskan tidak akan membuka keran pekerja asing secara bebas, melainkan memprioritaskan sektor yang paling membutuhkan.
- Peluncuran Kerangka Transformasi Komunitas Muslim India 2030 disertai alokasi RM2 juta untuk pendidikan anak kurang mampu.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memerintahkan kementerian dan lembaga terkait untuk menyelesaikan kekurangan pekerja asing di sektor restoran mamak dalam waktu satu bulan, mulai Senin (27/7) mendatang.
Langkah ini diumumkan dalam pidatonya pada peluncuran Kerangka Transformasi Komunitas Muslim India 2030 (#IMTF2030) di Pusat Konvensi dan Seni Budaya Internasional Penang, Jumat (24/7) malam. Anwar menegaskan bahwa meskipun kebutuhan tenaga kerja di sektor restoran sangat mendesak, pemerintah tidak akan serta merta membuka pintu bagi pekerja asing tanpa kendali.
โKami tidak bisa begitu saja membuka keran untuk mengisi setiap kekurangan tenaga kerja di negara yang sudah terlalu banyak pekerja asing, termasuk yang tidak berdokumen,โ ujarnya. Namun, ia mengakui bahwa ada kebutuhan mendesak untuk mengatasi kekurangan pekerja di sektor-sektor tertentu, termasuk restoran.
Kebijakan ini mencerminkan dilema yang dihadapi banyak negara: menyeimbangkan kebutuhan bisnis akan tenaga kerja murah dengan upaya mengelola jumlah pekerja asing. Di Indonesia, isu serupa kerap muncul di sektor perkebunan, konstruksi, dan rumah tangga, di mana kekurangan pekerja lokal berbanding terbalik dengan tingginya angka pengangguran. Pemerintah Indonesia pun tengah merumuskan kebijakan pembatasan pekerja asing melalui Peraturan Presiden tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan di lapangan.
Anwar juga mengakui bahwa sebagian komunitas Muslim India masih merasa termarginalkan. Ia berjanji akan mendengarkan masukan mereka terkait akses pembiayaan, lapangan kerja, pendidikan, dan perumahan. โSaya tidak pernah menganggap bahwa saya telah melakukan yang terbaik atau segalanya sempurna. Saya tahu kekurangan saya, dan saya selalu belajar,โ katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Anwar menyetujui alokasi dana sebesar RM2 juta untuk mendukung kesejahteraan dan pendidikan anak-anak kurang binaan Pertubuhan Gabungan Mukmin Nasional (Mukmin), organisasi payung yang mewakili lebih dari 120 organisasi Muslim India di Malaysia.
IMTF2030 merupakan kerangka transformasi strategis pertama yang dirancang khusus untuk memajukan komunitas Muslim India Malaysia, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan pendidikan. Ke depan, efektivitas kebijakan ini akan diuji oleh kemampuan pemerintah dalam menyeimbangkan tekanan bisnis dan pengendalian migrasi tenaga kerja. Bisakah Malaysia keluar dari jebakan ketergantungan pada pekerja asing tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonominya? Pertanyaan yang sama juga relevan bagi Indonesia.



