Junglia Okinawa: Dari Antrean Panjang ke 1 Juta Pengunjung di Tahun Pertama
Baca dalam 60 detik
- Taman tema hutan Junglia Okinawa menggenapi satu tahun operasi dengan total pengunjung 1 juta orang, meski pendapatan belum mencapai target awal.
- Dampak ekonomi tahunan taman ini diperkirakan mencapai 302 juta dolar AS, jauh melampaui kontribusi kamp latihan bisbol profesional dan kapal pesiar.
- CEO Takeshi Kato optimistis penjualan tahunan mendekati akuarium populer Okinawa Churaumi, menandakan potensi besar bagi pariwisata utara Okinawa.

Meskipun angka pengunjung belum menyentuh ekspektasi awal, Junglia Okinawa—taman tema hutan seluas 30 hektar di bagian utara Pulau Okinawa—mencatatkan 1 juta kunjungan pada perayaan ulang tahun pertamanya, 25 Juli lalu. Angka itu sekaligus mengonfirmasi bahwa destinasi baru ini mulai menarik minat wisatawan domestik Jepang dan mancanegara.
Perusahaan operator taman, Japan Entertainment, mengumumkan proyeksi pendapatan tahun pertama menembus 10 miliar yen (sekitar 61,15 juta dolar AS). Namun dalam konferensi pers, CEO Takeshi Kato mengakui bahwa jumlah tersebut belum mencapai target internal yang diharapkan. Meski begitu, Kato tetap optimis karena penjualan Junglia mulai mendekati pendapatan tahunan Akuarium Churaumi Okinawa, salah satu ikon wisata paling populer di prefektur itu.
Salah satu sorotan adalah lonjakan pengunjung yang sempat memicu keluhan antrean panjang saat taman baru dibuka. Kato menjelaskan bahwa tim manajemen telah melakukan perbaikan signifikan: waktu tunggu rata-rata turun dari 300 menit menjadi sekitar 60 menit, dan jumlah wahana yang bisa dinikmati pengunjung per hari naik dari dua–tiga menjadi empat–lima wahana. Perbaikan ini menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kepuasan pengunjung, seperti diakui oleh seorang wisatawan asal Prefektur Shiga yang berkunjung bersama keluarganya.
Dari sisi ekonomi, Ryugin Research Institute—lembaga kajian ekonomi di Okinawa—memperkirakan dampak ekonomi tahunan Junglia mencapai 49,4 miliar yen. Angka itu lebih dari dua kali lipat dampak kamp latihan bisbol profesional (22,4 miliar yen) dan melampaui kontribusi kapal pesiar asing (16,1 miliar yen). Hal ini menunjukkan bahwa taman tema mampu menjadi mesin pertumbuhan baru bagi kawasan utara Okinawa yang selama ini kurang tergarap.
Konteks Indonesia
Kisah Junglia memberi pelajaran berharga bagi industri taman hiburan di Indonesia. Beberapa taman tema lokal seperti Jawa Timur Park dan Trans Studio Cirebon telah membuktikan daya tarik pasar domestik, namun tantangan seperti manajemen antrean, variasi wahana, dan pemasaran kreatif masih menjadi pekerjaan rumah. Jika Indonesia mampu menerapkan strategi serupa—terutama dalam menekan waktu tunggu dan memperkaya pengalaman keluarga—pengembangan kawasan wisata terpadu di daerah seperti Mandalika atau Danau Toba berpotensi meniru kesuksesan Junglia.
Ke depan, Junglia diharapkan menjadi katalisator pembangunan infrastruktur dan ekonomi di utara Okinawa. Taman yang didirikan di lahan bekas lapangan golf ini diprakarsai oleh Katana Inc., perusahaan pemasaran yang dipimpin Tsuyoshi Morioka—tokoh di balik kebangkitan Universal Studios Japan. Pertanyaannya: apakah capaian tahun pertama ini akan menjadi fondasi menuju target jangka panjang, atau hanya puncak awal yang perlu terus dipertahankan?



